1 April 2026, 5:17 AM WIB

PWNU NTB Resmi Calonkan Diri Tuan Rumah Muktamar NU ke-35 2026

spot_img

METROTODAY, MATARAM – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi mengajukan pencalonan diri kepada PBNU sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama pada tahun 2026.

Ketua PWNU NTB, Prof. Masnun Tahir, menegaskan bahwa Bumi Gora tidak hanya sekadar ikut meramaikan bursa, tapi sudah dalam posisi siap secara administratif maupun mental.

Salah satu kartu as yang diusung NTB adalah restu langsung dari sosok karismatik, TGH Lalu Turmuzdi Badaruddin, atau yang akrab disapa Datok Bagu.

Sebagai Rais Syuriah PWNU NTB sekaligus ulama sepuh NU Indonesia, Datok Bagu disebut sangat menginginkan hajat akbar lima tahunan itu digelar di NTB.

“Beliau memerintahkan kami jajaran Tanfidziyah untuk bersurat dan memohon ke PBNU. Bahkan, beliau secara pribadi sudah bersurat ke Presiden demi kesuksesan ini,” ujar Prof. Masnun yang juga menjabat Rektor UIN Mataram itu, Selasa (31/3).

Jika disetujui, rencananya pembukaan Muktamar akan dipusatkan di Pondok Pesantren Bagu, Lombok Tengah.

PWNU NTB sangat percaya diri bisa menyisihkan kandidat kuat lainnya seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Lalu Daud Nurjadi, Sekretaris PWNU NTB, menyebut bahwa NTB adalah pilihan paling aman untuk menghindari polarisasi yang kerap memanas jika Muktamar digelar di Pulau Jawa.

“Dibanding daerah lain di Jawa, NTB ini paling netral. Kami ingin membawa semangat Muktamar keluar dari Jawa agar dampak konsolidasi dan ekonominya merata,” tegas Daud.

Selain alasan organisasi, PWNU NTB menawarkan konsep “Muktamar Plus-Plus”. Mengingat NTB adalah destinasi wisata kelas dunia, para muktamirin (peserta muktamar) nantinya bisa ber-Muktamar sekaligus menikmati keindahan alam Lombok dan Sumbawa.

Dukungan pun sudah mengalir deras, tidak hanya dari internal NU, tapi juga dari organisasi lintas batas seperti Muhammadiyah, NW, hingga NWDI, serta lampu hijau dari pemerintah daerah setempat.

Pengalaman sukses menggelar Munas Alim Ulama dan Konbes NU beberapa tahun silam menjadi bukti otentik bahwa NTB bukan pemain baru dalam mengelola hajatan ribuan massa. (MT)

spot_img

METROTODAY, MATARAM – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi mengajukan pencalonan diri kepada PBNU sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama pada tahun 2026.

Ketua PWNU NTB, Prof. Masnun Tahir, menegaskan bahwa Bumi Gora tidak hanya sekadar ikut meramaikan bursa, tapi sudah dalam posisi siap secara administratif maupun mental.

Salah satu kartu as yang diusung NTB adalah restu langsung dari sosok karismatik, TGH Lalu Turmuzdi Badaruddin, atau yang akrab disapa Datok Bagu.

Sebagai Rais Syuriah PWNU NTB sekaligus ulama sepuh NU Indonesia, Datok Bagu disebut sangat menginginkan hajat akbar lima tahunan itu digelar di NTB.

“Beliau memerintahkan kami jajaran Tanfidziyah untuk bersurat dan memohon ke PBNU. Bahkan, beliau secara pribadi sudah bersurat ke Presiden demi kesuksesan ini,” ujar Prof. Masnun yang juga menjabat Rektor UIN Mataram itu, Selasa (31/3).

Jika disetujui, rencananya pembukaan Muktamar akan dipusatkan di Pondok Pesantren Bagu, Lombok Tengah.

PWNU NTB sangat percaya diri bisa menyisihkan kandidat kuat lainnya seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Lalu Daud Nurjadi, Sekretaris PWNU NTB, menyebut bahwa NTB adalah pilihan paling aman untuk menghindari polarisasi yang kerap memanas jika Muktamar digelar di Pulau Jawa.

“Dibanding daerah lain di Jawa, NTB ini paling netral. Kami ingin membawa semangat Muktamar keluar dari Jawa agar dampak konsolidasi dan ekonominya merata,” tegas Daud.

Selain alasan organisasi, PWNU NTB menawarkan konsep “Muktamar Plus-Plus”. Mengingat NTB adalah destinasi wisata kelas dunia, para muktamirin (peserta muktamar) nantinya bisa ber-Muktamar sekaligus menikmati keindahan alam Lombok dan Sumbawa.

Dukungan pun sudah mengalir deras, tidak hanya dari internal NU, tapi juga dari organisasi lintas batas seperti Muhammadiyah, NW, hingga NWDI, serta lampu hijau dari pemerintah daerah setempat.

Pengalaman sukses menggelar Munas Alim Ulama dan Konbes NU beberapa tahun silam menjadi bukti otentik bahwa NTB bukan pemain baru dalam mengelola hajatan ribuan massa. (MT)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait