METROTODAY, JAKARTA – Angka kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan fatalitas atau korban meninggal dunia selama periode siaga angkutan Lebaran 2026 mengalami penurunan. Jasa Raharja mencatat penurunan sebesar 28 persen dibandingkan 2025.
“Tahun ini (jumlah korban meninggal) 228 yang tercatat sampai dengan tadi malam, Selasa (24/3). Kalau kita bandingkan dengan tahun lalu berjumlah 318 (korban jiwa),” kata Direktur Utama (Dirut) Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, saat meninjau arus balik lebaran di Jasa Marga Tol Road (JMTR) Command Center, Jatiasih Bekasi, Rabu (25/3).
Berdasarkan catatan kecelakaan lalu lintas selama periode siaga angkutan Lebaran 2026 itu, lanjut Awaluddin, kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan fatalitas banyak terjadi pada pengguna kendaraan bermotor roda dua dengan faktor penyebab yang didominasi akibat kelelahan pengemudi.
“Berbagai penyebab peristiwa ini fatigue driving atau kelelahan dari pengemudi, jarak perjalanan yang cukup jauh di atas kurang lebih enam sampai tujuh jam perjalanan, dan kemudian kondisi dari kendaraan bermotornya,” tutur dia.
Awaluddin menegaskan, Jasa Raharja terus fokus menekan angka kecelakaan dan fatalitas dalam lalu lintas di arus mudik maupun balik.
Lebih lanjut ia menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap keselamatan dan kelancaran selama periode siaga angkutan Lebaran hingga selesai.
Ia berharap perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan tertib. Dimana semua pemudik bisa kembali dengan selamat.
Terkait santunan kepada korban meninggal dunia, Awaludin menyampaikan bahwa Jasa Raharja hingga Selasa (24/3), telah memberikan santunan kepada 224 keluarga korban dan ahli waris dari 228 korban meninggal dunia dengan total santunan mencapai Rp11,2 miliar.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaksanakan monitoring pengamanan malam Takbiran Lebaran di Pos Terpadu Lapangan Merdeka Polrestabes Medan, Sumatera Utara pada Jumat (20/3). Kapolri mengungkapkan bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas menurun sebesar 3,23 persen pada arus mudik Lebaran 2026.
Sementara itu, untuk angka fatalitas atau korban meninggal dunia juga mengalami penurunan sebesar 24,61 persen jika dibandingkan pada Operasi Ketupat 2025. (MT)


