METROTODAY, SURABAYA – Pemerintah Arab Saudi menjamin jemaah haji Indonesia dapat melaksanakan ibadah haji yang akan diberangkatkan ke tanah suci mulai 22 April mendatang. Hal ini disampaikan Plt Kakanwil Kemenhaj Provinsi Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam, serta ditegaskan oleh Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf.
Sampai saat ini, proses persiapan jemaah haji Jawa Timur telah memasuki tahap pengecekan visa dan paspor.
“Alhamdulilah visa jemaah haji Jawa Timur sudah keluar. Saat ini pengecekan visa dan paspor. Jadi nama sesuai tidak, kemudian foto sesuai tidak, jenis kelamin sesuai tidak. Nanti kalau di situ laki-laki tertulis perempuan itu juga nggak boleh, harus diganti,” ujar Anam, Rabu (25/3).
Anam mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi yang memberikan jaminan terkait pelaksanaan ibadah.
“Sampai saat ini pemerintah Arab Saudi menjamin bahwa haji tetap terlaksana dengan baik,” katanya.
Ia juga memastikan tidak ada penundaan atau kekhawatiran terkait pelaksanaannya. “Seperti itu. Tidak ada penundaan ataupun kekhawatiran,” imbuhnya.
Meskipun demikian, rute penerbangan jemaah ke tanah suci mengalami perubahan dengan melalui jalur selatan.
“Wah, saya kira tetap, cuman ambil di jalur selatan begitu. Ya, setelah India itu nanti agak ke kiri sedikit sehingga melalui lautan gitu,” terangnya.
Perubahan rute ini dilakukan untuk antisipasi kejadian tidak diinginkan.
“Ya mengantisipasilah kalau ada apa yang nyelonong lewat gitu, biar lebih aman,” ujar Anam, yang menegaskan tidak ada biaya tambahan bagi jemaah.
Anam mengimbau jemaah agar tidak risau meskipun ada informasi ketegangan di Timur Tengah.
“Saya kira jemaah tidak perlu risau karena pemerintah sudah berupaya sedemikian rupa untuk juga melihat kondisi apa up to date terkait dengan Timur Tengah. Tindakan-tindakan apa yang seharusnya dilakukan insyaallah sudah diantisipasi oleh pemerintah, begitu,” katanya.
Jemaah embarkasi Surabaya mencakup Provinsi Jawa Timur dengan kuota 42.409 orang, Bali 698 orang, dan NTT 516 orang, dengan total 43.200 orang yang akan berangkat dalam 116 kloter. Pihaknya terus mengelola mutasi untuk memaksimalkan kuota.
“Kita kan masih punya cadangan, nanti ada cadangan naik maka ada perubahan. Kenapa cadangan naik? Karena untuk mengantisipasi jemaah haji jika ada yang meninggal ataupun sakit dan tidak bisa berangkat seperti itu. Yang jelas kuota itu akan kita maksimalkan,” ungkap Anam.
Menurutnya, kedatangan Menteri Haji dan Umrah di Surabaya bertujuan untuk memastikan proses pelaksanaan haji berjalan dengan baik.
“Hanya memastikan bahwa proses pelaksanaan haji berjalan sebagaimana yang seharusnya dan insyaallah tidak ada kabar ataupun informasi terkait dengan penundaan, tidak ada. Itu saja kedatangan pak Menteri ke Surabaya,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Irfan Yusuf juga menegaskan tidak ada perubahan jadwal keberangkatan.
“Sampai hari ini, tidak ada perubahan dengan jadwal keberangkatan haji 2026. Mudah-mudahan keberangkatan yang direncanakan pada 22 April nanti juga tetap berjalan sesuai rencana tanpa ada perubahan apapun,” pungkasnya. (ahm)


