Aksi demonstrasi di depan Gedung Grahadi Surabaya, Jumat (13/3). Massa yang tergabung dalam Gerakan Anti Zionis dan Amerika (Gaza) menuntut kehormatan bangsa Indonesia. (Foto: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Massa yang tergabung dalam Gerakan Anti Zionis dan Amerika (Gaza) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Kota Lama Surabaya, Jumat (13/3) sore.
Dalam aksinya, mereka menempatkan bendera serta foto Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di aspal jalan yang dilewati pengendara lalu lintas. Mereka juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga dan mengembalikan kehormatan bangsa.
Ketua Gaza, Ali Assegaf, menjelaskan bahwa pesan utama aksi ini berkaitan dengan kehormatan manusia dan bangsa.
“Kehormatan manusia itu diciptakan dengan kehormatan. Kemudian kita menunjukkan bahwa bangsa Indonesia hadir sebagai sebuah negara karena merebut kemerdekaan untuk kehormatan bangsa,” ujar Ali.
Ia menambahkan, simbol merah dan putih yang diusung dalam aksi memiliki makna mendalam.
“Itu artinya kita ingin menjelaskan adanya sekelompok bangsa ini yang menginginkan pengorbanannya untuk kehormatan bangsa. Sehingga dari Sabang sampai Merauke adalah sebuah simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Ali juga menyinggung peran Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan yang mengatasnamakan 280 juta rakyat Indonesia yang telah memberikan kepercayaan saat pemilu.
“Presiden Prabowo jangan tunduk kepada Trump (Presiden Amerika). Kalau perlu keluar dari Board of Peace (BOP). Karena itu kita menginginkan kehormatan ini dikembalikan,” tegasnya.
Menurut Ali, tema kehormatan akan menjadi pokok pembicaraan di seluruh Indonesia, termasuk dalam aksi yang digelarnya ini.
Aksi serupa tidak hanya digelar di Kota Lama, di depan Gedung Grahadi aksi juga dilakukan oleh Aliansi Kumail.
Ali berharap Presiden Prabowo dapat mengembalikan hak kehormatan bangsa. “Kita berharap Presiden Prabowo untuk mengembalikan hak kehormatan bangsa. Kita sanggup miskin, kita sanggup ditekan, kita sanggup segala macam, tapi kita tidak sanggup untuk kehilangan kehormatan,” pungkasnya. (ahm)
Teror terhadap aktivis kembali terjadi. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan…
Menyambut arus mudik Lebaran 2026, KAI Commuter Area 8 Surabaya menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna…
Tim mahasiswa Biologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) menemukan mikroplastik jenis Polyethylene (PE) dalam…
Pemkot Surabaya mengeluarkan aturan tegas terkait penggunaan mobil dinas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang…
Gerakan Pasar Murah (GPM) dan pasar murah digelar secara serentak di seluruh 31 Kecamatan hingga…
Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menggelar razia mendadak terhadap sopir truk di kawasan…
This website uses cookies.