Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama dengan Monsinyur Agustinus Tri Budi Utomo dan jajaran Gereja Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya dalam kunjungan, Jumat (6/3). (Foto: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Menteri Agama (Menag) Prof Nasaruddin Umar mengunjungi Gereja Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya, Jumat (6/3). Kedatangan Menag beserta Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, disambut langsung oleh Monsinyur Agustinus Tri Budi Utomo.
Menag Nasaruddin Umar terlihat sangat akrab dengan Uskup Keuskupan Surabaya, Monsinyur Agustinus Tri Budi Utomo. Bahkan, Nasaruddin terlihat ngobrol gayeng dengan Romo Didik, sapaan akrab Monsinyur Agustinus Tri Budi Utomo di depan kolam ikan.
Nasaruddin juga memberikan makan kepada ikan koi yang ada di kolam dengan ditemani oleh Romo Didik. Selain itu, Nasaruddin juga menyapa umat Kristiani di dalam gereja yang saat itu tengah berdoa.
Nasaruddin juga melihat lihat lukisan dari tangan Romo Didik yang memang hobi melukis. Nasaruddin bahkan minta untuk dibuatkan lukisan tentang dirinya.
Menurut Nasaruddin, kunjungan ke Gereja Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya karena tempat ini memiliki historis dan peran yang sangat penting dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Tadi juga menyapa jemaat di hari Jumat. Ini simbol dari Indonesia yang patut untuk dicontoh dari segi toleransi kebersamaan,” tutur Nasaruddin.
Agenda kunjungan ke Jatim ini tidak hanya mengunjungi Gereja Katedral yang terletak di Jalan Polisi Istimewa Surabaya. Namun, Menag Nasaruddin juga mengunjungi pondok pesantren dan beberapa tempat seperti ITS dan Masjid Al-Akbar.
“Mari kita saling merawat kerukunan supaya semua tenang dalam menjalankan ibadah. Karena tahun ini juga bertepatan dengan perayaan Imlek dan Nyepi dan malam takbiran,” tuturnya.
Saat ditanya terkait dengan kondisi Timur Tengah, Nasaruddin mengajak semua umat untuk berdoa agar perang segera damai. “Mereka manusia, kita juga manusia, setiap manusia punya hati nurani, semoga tersentuh,” harapnya.
Monsinyur Agustinus Tri Budi Utomo mengatakan bahwa kunjungan Menteri Agama Nasaruddin Umar menjadi sangat berarti bagi pemeluk agama di Indonesia, karena akan menjadi simbol kehadiran negara.
“Kehadiran menag di keuskupan simbol kehadiran negara bagi geraja. Ini bermakna simbolik yang sangat kuat bahwa umat Katolik bagian dari negera ini yang menjadi bagian dari satu kesatuan negara Republik Indonesia,” jelasnya.
Romo Didik juga menegaskan bahwa kehadiran Menag di bulan puasa Ramadan yang juga bertepatan dengan bulan puasa umat Katolik saat ini sebagai simbol silaturahmi antar umat beragama.
Romo Didik juga mengatakan kunjungan Menag menunjukkan kedamaian antar umat beragama di Indonesia. “Ini merupakan simbol kedamaian. Agama mana saja tidak menghendaki perang. Perang membawa celaka, maka harapan kita menjadi seruan bersama bahwa kita mencintai damai daripada perang,” pungkasnya. (ahm)
Harga tanah terus melonjak dari tahun ke tahun. Di satu sisi, fenomena tersebut menguntungkan masyarakat…
Mulai 28 Maret 2026, pemerintah akan melakukan pembatasan akses media sosial bagi anak usia di…
K.H. Sahlan Tholib atau Mbah Sahlan dikenal sebagai ulama tasawuf yang mendidik santrinya agar lebih…
Sebanyak 24 orang warga Surabaya dan sekitarnya yang mengikuti perjalanan wisata rohani ke kawasan Timur…
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof Dr Abdul Mu’ti, M.Ed hadir pada pengajian…
PWI) Provinsi Jawa Timur menggelar buka puasa bersama (bukber) dan santunan kepada anak yatim piatu…
This website uses cookies.