KRI Sultan Iskandar Muda-367 Bawa Pulang Satgas MTF TNI Garuda XXVIII-P ke Surabaya Usai Bertugas di Lebanon
Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL di Lebanon saat tiba di di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2). (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 akhirnya kembali bersandar di pangkuan Ibu Pertiwi. Setelah menuntaskan penugasan selama 14 bulan di wilayah konflik, kapal perang kelas korvet SIGMA ini mendarat di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2).
Kedatangan kapal yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL di Lebanon ini disambut dengan upacara militer yang dipimpin langsung oleh Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II), Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya.
Kepulangan KRI SIM-367 membawa makna mendalam bagi diplomasi maritim Indonesia. Penugasan ini merupakan misi terakhir Indonesia sebagai unsur Maritime Task Force UNIFIL di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Pagi ini kita menyambut kembalinya KRI Sultan Iskandar Muda-367 setelah melaksanakan misi perdamaian di Lebanon. Ini merupakan misi terakhir Indonesia sebagai unsur Maritime Task Force UNIFIL, dan kita patut bangga atas dedikasi serta prestasi yang telah ditorehkan,” ujar Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya.
Di bawah komando Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah, kapal ini membawa 120 prajurit terbaik, mulai dari awak kapal, personel Kopaska, penyelam, hingga tim medis dan psikologi.
Selama satu tahun di Laut Mediterania, mereka mencatatkan statistik yang mengesankan. Para pahlawan bangsa ini telah melakukan 33 kali operasi, 498 kali melakukan hailing terhadap kapal sipil, dan memantau ratusan pergerakan militer asing.
Prestasi ini membuahkan apresiasi internasional yang luar biasa. KRI SIM-367 membawa pulang sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk Letter of Appreciation dari Komandan MTF UNIFIL Jerman dan UN Medal dari Force Commander Spanyol. (ahm)
METROTODAY, SURABAYA – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 akhirnya kembali bersandar di pangkuan Ibu Pertiwi. Setelah menuntaskan penugasan selama 14 bulan di wilayah konflik, kapal perang kelas korvet SIGMA ini mendarat di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2).
Kedatangan kapal yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL di Lebanon ini disambut dengan upacara militer yang dipimpin langsung oleh Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II), Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya.
Kepulangan KRI SIM-367 membawa makna mendalam bagi diplomasi maritim Indonesia. Penugasan ini merupakan misi terakhir Indonesia sebagai unsur Maritime Task Force UNIFIL di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Pagi ini kita menyambut kembalinya KRI Sultan Iskandar Muda-367 setelah melaksanakan misi perdamaian di Lebanon. Ini merupakan misi terakhir Indonesia sebagai unsur Maritime Task Force UNIFIL, dan kita patut bangga atas dedikasi serta prestasi yang telah ditorehkan,” ujar Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya.
Di bawah komando Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah, kapal ini membawa 120 prajurit terbaik, mulai dari awak kapal, personel Kopaska, penyelam, hingga tim medis dan psikologi.
Selama satu tahun di Laut Mediterania, mereka mencatatkan statistik yang mengesankan. Para pahlawan bangsa ini telah melakukan 33 kali operasi, 498 kali melakukan hailing terhadap kapal sipil, dan memantau ratusan pergerakan militer asing.
Prestasi ini membuahkan apresiasi internasional yang luar biasa. KRI SIM-367 membawa pulang sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk Letter of Appreciation dari Komandan MTF UNIFIL Jerman dan UN Medal dari Force Commander Spanyol. (ahm)