Categories: Nasional

Kemenhaj Tegas, Petugas Haji Tak Disiplin Langsung Dipulangkan

METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak 626 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter Embarkasi Surabaya resmi mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) di Asrama Haji Surabaya, Rabu (4/2).

PPIH Kloter Embarkasi Surabaya saat mengikuti diklat jelang keberangkatan awal jemaah haji pada 21 April mendatang yang dihadiri Gubernur Khofifah. (Foto: Ahmad/METROTODAY)

Pelatihan ini menjadi upaya membekali petugas dalam melayani sekitar 43.200 jemaah haji asal Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada penyelenggaraan haji 21 April mendatang.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) kini meningkatkan standar pembekalan. Program yang semula hanya berupa bimbingan teknis (bimtek) kini bertransformasi menjadi diklat yang lebih terstruktur, intensif, dan profesional.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Raharjo, menjelaskan bahwa perubahan sistem ini bertujuan untuk membangun pola kerja yang rapi dengan garis komando yang jelas.

“Pembekalan petugas haji tahun ini tidak lagi sebatas bimtek, tetapi sudah berbentuk diklat yang lebih sistematis. Tujuannya agar petugas benar-benar siap secara mental, kompetensi, dan koordinasi di lapangan,” tegas Puji.

Puji juga memberikan peringatan keras terkait kedisiplinan. Ia mengungkapkan bahwa di tingkat pusat, sebanyak 13 orang PPIH Kloter terpaksa dipulangkan karena tindakan indisipliner, kecurangan, hingga kondisi kesehatan yang tidak memadai. Ketegasan serupa akan diterapkan pada peserta di Embarkasi Surabaya.

“Dari petugas kita di Embarkasi Surabaya masih dalam proses berjalan, kalau tidak disiplin atau tidak sehat selama pelatihan, kita batalkan. Pelatihan disiplin itu penting, apalagi nanti melayani jemaah. Di PPIH pusat ada 13 orang (dipulangkan) karena alasan kesehatan dan disiplin. Kalau bisa digantikan akan kita ganti, kalau tidak bisa ya berarti kosong,” imbuhnya.

Kegiatan diklat yang diikuti oleh unsur pimpinan, dokter, hingga perawat ini dibuka secara resmi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut memberikan masukan agar materi Fiqhun Nisa atau fikih wanita dimasukkan dalam kurikulum diklat.

Hal ini dinilai penting mengingat banyaknya jemaah perempuan yang membutuhkan bimbingan khusus terkait ibadah saat di tanah suci.

Melalui diklat yang lebih ketat ini, Kemenhaj berharap kualitas pelayanan haji tahun 2026 dapat meningkat secara signifikan dan meminimalisir kendala koordinasi di lapangan. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Persebaya Surabaya Berpesta di Gianyar, Tekuk Bali United 1-3

Persebaya Surabaya sukses mencuri poin penuh dalam laga tandang pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026.…

6 hours ago

Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Ruko Perabot Rumah Tangga Jalan Raya Dupak, Truk Operasional Hangus

Kebakaran sebuah ruko peralatan rumah tangga di Jalan Raya Dupak No. 61 (Ruko Best Land…

8 hours ago

SDN Pucang 3 Sabet Juara 1 dan 3 Lomba PBB Bertongkat Kwarcab Pramuka Sidoarjo 2026

Ratusan siswa-siswi Pramuka tingkat SD/MI hingga MTs se-Kabupaten Sidoarjo mengikuti Lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) Bertongkat…

8 hours ago

KRI Sultan Iskandar Muda-367 Bawa Pulang Satgas MTF TNI Garuda XXVIII-P ke Surabaya Usai Bertugas di Lebanon

KRI) Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 akhirnya kembali bersandar di pangkuan Ibu Pertiwi. Setelah menuntaskan penugasan…

11 hours ago

Wamendiktisaintek Prof Fauzan: APK Perguruan Tinggi di Jawa Timur Sedikit di Bawah Rata-Rata Nasional

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof. Fauzan menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama…

13 hours ago

Wali Kota Eri Persilakan Kejati Usut Korupsi di KBS, Sejak 2013 Audit Keuangan Janggal

Penggeledahan yang dilakukan oleh Kejati Jatim di kantor PDTS KBS Rabu (5/2) atas dugaan korupsi…

15 hours ago

This website uses cookies.