4 February 2026, 7:02 AM WIB

Kemenhaj Tambah Petugas Linjam dari TNI/Polri untuk Keamanan dan Kenyamanan Jemaah Haji

METROTODAY, SURABAYA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melakukan persiapan matang dengan menambah personel TNI/Polri sebagai petugas perlindungan jemaah haji (linjam) untuk menjamin kelancaran ibadah tahun ini.

Jumlah kuota prajurit yang ditugaskan meningkat signifikan, bahkan lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari hanya 75 orang pada tahun lalu, kini jumlah personel yang diterjunkan menjadi 183 orang.

Menteri Haji dan Umroh Republik Indonesia, Mochammad Irfan Yusuf mengungkapkan bahwa penambahan tersebut berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

“Penambahan ini bukan tanpa alasan. Di lapangan, kami membutuhkan petugas dengan kesiapan fisik, kedisiplinan tinggi, serta kemampuan membaca situasi dan medan. Prajurit TNI dan Polri memiliki keunggulan tersebut,” ujar Irfan saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Kamis (22/1).

Menurutnya, peran TNI dan Polri tidak hanya sebatas pengamanan. Kehadiran mereka juga diharapkan membantu pengendalian situasi di titik-titik krusial selama puncak pelaksanaan haji.

Selain itu, Irfan menilai prajurit TNI dan Polri dapat menjadi contoh bagi petugas haji lainnya.

“Kami berharap mereka bisa menjadi role model bagi petugas lainnya, baik dalam etos kerja maupun kedisiplinan saat melayani jemaah,” terangnya.

Dengan penambahan personel linjam tersebut, Kemenhaj optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 akan berjalan lebih tertib, aman, dan memberikan pelayanan maksimal bagi seluruh jemaah haji Indonesia. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melakukan persiapan matang dengan menambah personel TNI/Polri sebagai petugas perlindungan jemaah haji (linjam) untuk menjamin kelancaran ibadah tahun ini.

Jumlah kuota prajurit yang ditugaskan meningkat signifikan, bahkan lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari hanya 75 orang pada tahun lalu, kini jumlah personel yang diterjunkan menjadi 183 orang.

Menteri Haji dan Umroh Republik Indonesia, Mochammad Irfan Yusuf mengungkapkan bahwa penambahan tersebut berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

“Penambahan ini bukan tanpa alasan. Di lapangan, kami membutuhkan petugas dengan kesiapan fisik, kedisiplinan tinggi, serta kemampuan membaca situasi dan medan. Prajurit TNI dan Polri memiliki keunggulan tersebut,” ujar Irfan saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Kamis (22/1).

Menurutnya, peran TNI dan Polri tidak hanya sebatas pengamanan. Kehadiran mereka juga diharapkan membantu pengendalian situasi di titik-titik krusial selama puncak pelaksanaan haji.

Selain itu, Irfan menilai prajurit TNI dan Polri dapat menjadi contoh bagi petugas haji lainnya.

“Kami berharap mereka bisa menjadi role model bagi petugas lainnya, baik dalam etos kerja maupun kedisiplinan saat melayani jemaah,” terangnya.

Dengan penambahan personel linjam tersebut, Kemenhaj optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 akan berjalan lebih tertib, aman, dan memberikan pelayanan maksimal bagi seluruh jemaah haji Indonesia. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait