4 February 2026, 7:56 AM WIB

Sekolah Rakyat Masuki Satu Semester, Prof Nuh Evaluasi 3 Aspek Mulai Kesehatan hingga Akademik

METROTODAY, SURABAYA – Sekolah Rakyat yang saat ini beroperasi di 166 titik di Indonesia telah memasuki masa berjalan satu semester.

Program yang dimulai secara bertahap sejak Juli terdapat 63 titik, Agustus ada 37 titik, dan September sebanyak 66 titik kini tengah melalui evaluasi menyeluruh untuk melihat capaian dan tantangan yang dihadapi.

Menurut Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. Mohammad Nuh, masa satu semester adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi pelaksanaan program.

“Kita sedang melakukan evaluasi baik dari sisi ide dasar, pelaksanaan, hingga capaian dalam 1 semester ini. Ada 3 aspek yang dinilai terkait siswa: fisik dan kesehatan, psikososial dan talenta, serta capaian akademik,” ungkapnya, Rabu (31/12).

Ia menjelaskan bahwa aspek fisik dan kesehatan menjadi prioritas pertama karena semua siswa dipetakan mulai dari waktu masuk, berat badan, tinggi badan, hingga tingkat kebugaran, dengan tujuan melihat perubahan setelah satu semester.

“Yang kedua adalah psikososial dan talenta, setiap anak punya kartu talenta yang menjadi dasar pengembangan, bukan hanya akademik semata. Yang ketiga adalah aspek akademik,” imbuhnya.

Prof. Nuh juga memberikan contoh keberhasilan salah satu siswa bernama Azril. “Tadinya dia tidak bisa baca dan tulis karena kondisi tertentu, tapi dengan pendekatan berdasarkan peta talentanya dan semangat yang kuat, akhirnya dia bisa belajar dan bahkan sekarang ranking 3 di kelasnya,” tuturnya.

Menurutnya, potensi siswa seperti permukaan laut yang terlihat hanya sebagian, namun di bawahnya ada potensi luar biasa.

“Dengan mengetahui peta potensi, kita ingin mengeksplor supaya bisa menjadi kompetensi yang terlihat. Hasil evaluasi diharapkan keluar pada Januari dan akan diukur dengan SROI karena ini adalah investasi sosial, bukan bisnis murni,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Sekolah Rakyat yang saat ini beroperasi di 166 titik di Indonesia telah memasuki masa berjalan satu semester.

Program yang dimulai secara bertahap sejak Juli terdapat 63 titik, Agustus ada 37 titik, dan September sebanyak 66 titik kini tengah melalui evaluasi menyeluruh untuk melihat capaian dan tantangan yang dihadapi.

Menurut Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. Mohammad Nuh, masa satu semester adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi pelaksanaan program.

“Kita sedang melakukan evaluasi baik dari sisi ide dasar, pelaksanaan, hingga capaian dalam 1 semester ini. Ada 3 aspek yang dinilai terkait siswa: fisik dan kesehatan, psikososial dan talenta, serta capaian akademik,” ungkapnya, Rabu (31/12).

Ia menjelaskan bahwa aspek fisik dan kesehatan menjadi prioritas pertama karena semua siswa dipetakan mulai dari waktu masuk, berat badan, tinggi badan, hingga tingkat kebugaran, dengan tujuan melihat perubahan setelah satu semester.

“Yang kedua adalah psikososial dan talenta, setiap anak punya kartu talenta yang menjadi dasar pengembangan, bukan hanya akademik semata. Yang ketiga adalah aspek akademik,” imbuhnya.

Prof. Nuh juga memberikan contoh keberhasilan salah satu siswa bernama Azril. “Tadinya dia tidak bisa baca dan tulis karena kondisi tertentu, tapi dengan pendekatan berdasarkan peta talentanya dan semangat yang kuat, akhirnya dia bisa belajar dan bahkan sekarang ranking 3 di kelasnya,” tuturnya.

Menurutnya, potensi siswa seperti permukaan laut yang terlihat hanya sebagian, namun di bawahnya ada potensi luar biasa.

“Dengan mengetahui peta potensi, kita ingin mengeksplor supaya bisa menjadi kompetensi yang terlihat. Hasil evaluasi diharapkan keluar pada Januari dan akan diukur dengan SROI karena ini adalah investasi sosial, bukan bisnis murni,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait