Categories: Nasional

Polda Jabar Bongkar Sindikat Penjualan Bayi ke Singapura, 24 Bayi Jadi Korban, 12 Wanita Ditahan

METROTODAY, BANDUNG – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) berhasil membongkar sindikat perdagangan manusia yang menyasar bayi. Sedikitnya 24 bayi asal Jawa Barat diduga telah dijual ke Singapura dengan harga Rp11 juta hingga Rp16 juta per bayi.

Dalam operasi ini, polisi berhasil mengamankan 12 tersangka yang semuanya perempuan, dan menyelamatkan enam bayi yang kini dalam penanganan Polda Jabar.

Pengungkapan kasus ini berawal dari pengembangan laporan penculikan anak di Kota Bandung.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, menjelaskan bahwa dari keterangan tersangka, terungkap bahwa mereka sudah mengambil setidaknya 24 bayi sejak tahun 2023.

“Kami mendapatkan keterangan bahwa tersangka sudah pernah mengambil sebanyak 24 bayi,” kata Kombes Pol Surawan di Bandung, Selasa (15/7).

Bayi-bayi tersebut mayoritas berasal dari wilayah Jawa Barat. Setelah diambil dari orang tua kandungnya, mereka dirawat di Bandung, kemudian dipindahkan ke Jakarta, lalu dikirim ke Kalimantan Barat, sebelum akhirnya dikirim ke Singapura.

Polda Jabar berhasil mengamankan lima bayi di Pontianak (Kalimantan Barat), dan satu bayi di wilayah Tangerang, Banten.

Seluruh bayi yang diselamatkan kini berada di bawah penanganan Polda Jabar dan dititipkan di Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk pemeriksaan kesehatan.

Ia menegaskan bahwa sindikat ini melibatkan banyak pihak dengan peran berbeda. Mulai dari perekrut awal bayi, perawat bayi, pembuat dokumen palsu, hingga pengirim bayi ke luar negeri.

Bahkan, praktik penjualan ini bisa dilakukan sebelum bayi lahir, yaitu sejak masih dalam kandungan. Mereka memiliki penampung dan juga pembuat surat-surat palsu untuk memuluskan aksi keji ini.

“Para tersangka yang kami amankan, termasuk salah satunya berinisial SH atau LSH dan kawan-kawan, telah menyiapkan dokumen lengkap untuk pengiriman bayi ke Singapura,” tambah Kombes Pol Surawan.

Polda Jabar berkomitmen untuk terus mendalami kasus ini dan akan bekerja sama dengan Interpol guna menelusuri kemungkinan korban lain yang telah dikirim ke luar negeri, khususnya ke Singapura.

“Saat ini kita masih pengembangan terkait dengan bayi-bayi yang ada di Singapura. Nanti kita akan bekerja bersama dengan Interpol,” pungkas Kombes Pol Surawan. Penelusuran ini diharapkan dapat mengungkap seluruh jaringan dan menyelamatkan korban lainnya. (red)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

3 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

5 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

6 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

1 day ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.