METROTODAY, BUTON SELATAN – Tragedi menimpa La Noti, 61, seorang petani warga Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. Ia ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang sejak Kamis, 3 Juli 2025.
Tubuh La Noti ditemukan dalam kondisi mengenaskan tertelan seekor ular piton sepanjang lebih dari 8 meter.
Menurut keterangan Babinsa Kelurahan Majapahit yang enggan disebutkan namanya, “Sekitar pukul 07.00 WITA Jumat pagi, 4 Juli 2025, saksi mata bernama La Ardi melihat Pak La Noti berangkat ke kebunnya mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi DT 4037 HC. Namun hingga Sabtu siang, beliau belum juga kembali ke rumah.”
Kehilangan La Noti memicu keresahan warga sekitar. Pencarian yang dilakukan secara gotong royong akhirnya membuahkan hasil yang tragis.
Sekitar pukul 15.40 WITA, tubuh La Noti ditemukan di dalam perut ular piton raksasa.
“Kami sangat terkejut dan berduka atas kejadian ini,” ungkap seorang warga sekitar yang turut serta dalam pencarian.
“Kejadian ini menjadi peringatan bagi kami semua akan bahaya hewan liar di sekitar perkebunan dan hutan.”
Evakuasi jenazah dilakukan pada pukul 16.20 WITA dan langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman.
Pihak keluarga dan warga sekitar menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya La Noti. Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya hewan liar di daerah tersebut. (ahm)
Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…
Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…
Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…
Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…
Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…
Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…
This website uses cookies.