Categories: Nasional

Anda Menikah, Tapi, Tertipu dengan Suami karena Sudah Punya Anak dan Istri ? Pernikahan Bisa Dibatalkan

METROTODAY, Surabaya,- Anda menikah dengan pasangan, tapi merasa tertipu karena sudah memiiki anak dan istri ? Tenang, ada solusi hukum yang bisa dipakai untuk menyelesaikan problem Anda, yakni dengan pembatalan pernikahan.

Pembatalan pernikahan ini sangat dimungkinkan oleh UU Perkawinan, yakni UU No 1 tahun 1974 atau UU Perkawinan.

Pembatalan pernikahan tentu sangat berbeda dengan perceraian. Dengan pembatalan, maka pernikahan dianggap tak pernah ada. Hal ini sangat berbeda dengan perceraian, dimana sudah dilakukan perdamaian antar pasangan di hadapan pengadilan namun tidak berhasil dilakukan.

Berdasar Pasal 22 UU Perkawinan dan penjelasannya menerangkan bahwa perkawinan dapat dibatalkan apabila para pihak tidak memenuhi syarat-syarat untuk melangsungkan perkawinan. Namun demikian, pembatalan pernikahan harus dilakukan sesuai dengan ketentuan masing-masing.

Lebih lanjut, berdasar PP No 37 Tahun 1975 menerangkan bahwa pembatalan perkawinan atau batalnya perkawinan hanya dapat diputuskan oleh pengadilan.

Menurut advokat dari D&A Law Office Surabaya Dhini Evani SH, berdasar ketentuan undang-undang pembatalan pernikahan bisa dilakukan sebagaimana syarat-syarat yang ditentukan dalam UU Perkawinan. ’’Dalam memutuskan perkara hakim akan mengacu persyaratan yang ditentukan undang-undang,” kata Dhini.

Adapun syarat-syarat tersebut sudah ditentukan sebagaimana yang dijelaskan dalam pasal 26 dan pasal 27 UU Perkawinan. Syaratnya adalah sebagai berikut :  Perkawinan dilangsungkan di hadapan pegawai pencatatan yang tidak berwenang,  Perkawinan dilangsungkan di hadapan wali nikah yang tidak sah, perkawinan dilangsungkan tanpa dihadiri oleh dua orang saksi, perkawinan dilangsungkan di bawah ancaman yang melanggar hukum, terjadi salah sangka kepada diri suami atau istri selama pernikahan berlangsung.

Dhini mengungkapkan bahwa perkawinan dapat dibatalkan salah satunya apabila dalam pelaksanaannya terdapat unsur penipuan atau salah sangka mengenai identitas, keadaan diri, atau status mengenai salah satu calon pasangan. ”Misalnya dalam kasus yang terjadi di Jakarta, ternyata diketahui bahwa ternyata pasangan tersebut sesama jenis,” ujar Dhini.

Bisa juga, lanjut dia, calon suami kepada calon istrinya mengaku lajang. Sehingga, pernikahan pun terjadi. Belakangan barulah diketahui bahwa suami sudah memiliki istri.

 

 

 

Anggit Satriyo

Recent Posts

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

1 hour ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

20 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

22 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

23 hours ago

Mobil Innova Zenix Ditumpangi Dua Lansia Terguling Tabrak Tiang Lampu dan Pohon

Sebuah mobil Toyota Innova Zenix mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak tiang lampu penerangan jalan dan…

23 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Ziarah dengan Paket Lengkap (2)

Cukup mudah menjangkau Desa Tambaksumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Di tengah ruas Jalan Tol Waru—Juanda,…

1 day ago

This website uses cookies.