17 March 2026, 1:59 AM WIB

Pakar Unair Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini dan Vaksinasi Campak karena Berisiko Kematian

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Pakar Kesehatan Anak dari Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Irwanto dr SpA(K), menyoroti pentingnya mengenali gejala dini campak sebagai langkah pencegahan awal.

Menurutnya, upaya memastikan seseorang terinfeksi campak dapat dilakukan dengan mengamati gejala seperti batuk pilek yang disertai ruam, yang kemudian diikuti dengan isolasi diri segera.

“Sebelum seseorang mengidentifikasi dirinya terkena campak atau tidak, sebaiknya pastikan lebih dulu apakah terdapat beberapa gejala campak yang timbul seperti batuk pilek yang disertai ruam merah spesifik di belakang leher dan demam tinggi,” ujar Prof Irwanto.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Unair ini juga menuturkan bahwa risiko penularan campak di ruang publik sangat tinggi. Campak umumnya menular melalui droplet atau cairan yang keluar dari mulut dan hidung saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Kontak langsung dengan orang yang terinfeksi juga menjadi jalur penularan penyakit ini.

“Campak merupakan penyakit menular yang berisiko tinggi sampai pada kematian. Jadi, ketika ada seseorang yang positif terinfeksi sebaiknya ia segera mengisolasi diri dari ruang publik dan kelompok rentan seperti anak-anak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof Irwanto menyebutkan bahwa risiko penularan pada anak-anak akan semakin besar jika mereka belum mendapatkan vaksin Measles-rubella (MR) untuk campak Jerman (Rubella). Hal ini dikarenakan anak-anak termasuk kelompok rentan dengan sistem imun yang masih berkembang.

Tingginya risiko komplikasi campak mendapat perhatian serius dari tenaga kesehatan. Upaya peningkatan edukasi inklusif bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait bahaya campak kepada masyarakat menjadi solusi untuk mencegah infeksi. Selain itu, orang tua juga diimbau untuk melakukan vaksinasi kepada anak mereka di fasilitas kesehatan terdekat.

“Kami terus berupaya meningkatkan edukasi di masyarakat terkait bahaya campak dan pentingnya vaksinasi pada anak-anak sebagai solusi efektif untuk meminimalisir terjadinya wabah campak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa upaya edukasi tidak akan terealisasi tanpa dukungan dari masyarakat itu sendiri, terutama kesadaran akan pentingnya vaksinasi pada anak sejak usia dini dan pemahaman terhadap risiko penyakit campak.

“Sekali lagi, campak bukan penyakit biasa. Risiko kematian yang menghantui sebaiknya menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak lagi menganggap sepele gejala-gejala yang timbul,” pungkasnya. (ahm)

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Pakar Kesehatan Anak dari Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Irwanto dr SpA(K), menyoroti pentingnya mengenali gejala dini campak sebagai langkah pencegahan awal.

Menurutnya, upaya memastikan seseorang terinfeksi campak dapat dilakukan dengan mengamati gejala seperti batuk pilek yang disertai ruam, yang kemudian diikuti dengan isolasi diri segera.

“Sebelum seseorang mengidentifikasi dirinya terkena campak atau tidak, sebaiknya pastikan lebih dulu apakah terdapat beberapa gejala campak yang timbul seperti batuk pilek yang disertai ruam merah spesifik di belakang leher dan demam tinggi,” ujar Prof Irwanto.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Unair ini juga menuturkan bahwa risiko penularan campak di ruang publik sangat tinggi. Campak umumnya menular melalui droplet atau cairan yang keluar dari mulut dan hidung saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Kontak langsung dengan orang yang terinfeksi juga menjadi jalur penularan penyakit ini.

“Campak merupakan penyakit menular yang berisiko tinggi sampai pada kematian. Jadi, ketika ada seseorang yang positif terinfeksi sebaiknya ia segera mengisolasi diri dari ruang publik dan kelompok rentan seperti anak-anak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof Irwanto menyebutkan bahwa risiko penularan pada anak-anak akan semakin besar jika mereka belum mendapatkan vaksin Measles-rubella (MR) untuk campak Jerman (Rubella). Hal ini dikarenakan anak-anak termasuk kelompok rentan dengan sistem imun yang masih berkembang.

Tingginya risiko komplikasi campak mendapat perhatian serius dari tenaga kesehatan. Upaya peningkatan edukasi inklusif bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait bahaya campak kepada masyarakat menjadi solusi untuk mencegah infeksi. Selain itu, orang tua juga diimbau untuk melakukan vaksinasi kepada anak mereka di fasilitas kesehatan terdekat.

“Kami terus berupaya meningkatkan edukasi di masyarakat terkait bahaya campak dan pentingnya vaksinasi pada anak-anak sebagai solusi efektif untuk meminimalisir terjadinya wabah campak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa upaya edukasi tidak akan terealisasi tanpa dukungan dari masyarakat itu sendiri, terutama kesadaran akan pentingnya vaksinasi pada anak sejak usia dini dan pemahaman terhadap risiko penyakit campak.

“Sekali lagi, campak bukan penyakit biasa. Risiko kematian yang menghantui sebaiknya menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak lagi menganggap sepele gejala-gejala yang timbul,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait