26 February 2026, 5:38 AM WIB

Exhale di UC Surabaya: Seni Media Atasi Kecemasan Mahasiswa di Momen Ramadan

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Student Union (SU) Program Studi Psikologi Universitas Ciputra (UC) Surabaya bekerja sama dengan Student Welfare Universitas Ciputra (SW) menggelar kegiatan Art Exhibition & Workshop bertema Exhale pada tanggal 23-25 Februari 2026 di Corepreneur UC.

Kegiatan ini dirancang sebagai respons terhadap tingginya tingkat kecemasan pada mahasiswa, sekaligus menjadi ruang refleksi dan ketenangan yang selaras dengan momentum bulan suci Ramadan, di mana mahasiswa menjalankan ibadah puasa sekaligus menghadapi tuntutan akademik.

Berdasarkan asesmen Student Welfare, banyak mahasiswa menghadapi tantangan psikologis yang dipicu oleh faktor pribadi, keluarga, hingga tekanan akademik.

“Kegiatan ini merupakan follow up dari hasil data Student Welfare yang menggambarkan adanya kebutuhan mahasiswa terhadap strategi pengelolaan kecemasan dan dukungan psikologis yang adaptif. Mahasiswa membutuhkan ruang tenang, sehingga hadirlah intervensi yang ringan, kreatif, dan tetap bermakna,” ujar Meilani Sandjaja, Dosen Prodi Psikologi sekaligus Pembina SU Psikologi, Selasa (24/2).

Dengan konsep seni sebagai media healing dan refleksi Ramadan, Exhale disajikan dalam dua bentuk utama. Pertama, Art Exhibition yang menampilkan karya dari Unit Kegiatan Mahasiswa Canvas dan Artupic, SU Fashion Design and Business, serta Vin Autism Gallery ataubkarya penyandang autisme.

Hal ini juga menjadi wujud dukungan terhadap awareness ramah disabilitas dan menunjukkan seni sebagai medium inklusif.

Kedua, Booth Activity & Workshop sebagai sarana healing interaktif dengan berbagai sesi seperti Painting Session, Giving positive words mailbox, Grounding station, journaling session, dan workshop ekspresif.

Meilani berharap kegiatan ini dapat membangun ekosistem kampus yang sehat secara mental.

“Intervensi berbasis data ini menjadi contoh bagaimana hasil asesmen tidak berhenti sebagai laporan, tetapi diterjemahkan menjadi aksi nyata di tengah meningkatnya kesadaran akan isu mental health di kalangan generasi muda,” tuturnya.

Stefany Livia Prajogo, Psikolog, Head Student Welfare menjelaskan bahwa konsep Exhale mengajak mahasiswa untuk menghembuskan beban pikiran, merefleksikan diri, dan menemukan ketenangan melalui seni.

Momentum Ramadan memperkuat makna kegiatan ini, mengingat puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga tetapi juga melatih pengendalian emosi dan penguatan mental.

“Yang menarik, program ini sepenuhnya digagas oleh mahasiswa untuk mahasiswa yang menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap kesehatan mental rekan-rekannya,” pungkasnya. (ahm)

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Student Union (SU) Program Studi Psikologi Universitas Ciputra (UC) Surabaya bekerja sama dengan Student Welfare Universitas Ciputra (SW) menggelar kegiatan Art Exhibition & Workshop bertema Exhale pada tanggal 23-25 Februari 2026 di Corepreneur UC.

Kegiatan ini dirancang sebagai respons terhadap tingginya tingkat kecemasan pada mahasiswa, sekaligus menjadi ruang refleksi dan ketenangan yang selaras dengan momentum bulan suci Ramadan, di mana mahasiswa menjalankan ibadah puasa sekaligus menghadapi tuntutan akademik.

Berdasarkan asesmen Student Welfare, banyak mahasiswa menghadapi tantangan psikologis yang dipicu oleh faktor pribadi, keluarga, hingga tekanan akademik.

“Kegiatan ini merupakan follow up dari hasil data Student Welfare yang menggambarkan adanya kebutuhan mahasiswa terhadap strategi pengelolaan kecemasan dan dukungan psikologis yang adaptif. Mahasiswa membutuhkan ruang tenang, sehingga hadirlah intervensi yang ringan, kreatif, dan tetap bermakna,” ujar Meilani Sandjaja, Dosen Prodi Psikologi sekaligus Pembina SU Psikologi, Selasa (24/2).

Dengan konsep seni sebagai media healing dan refleksi Ramadan, Exhale disajikan dalam dua bentuk utama. Pertama, Art Exhibition yang menampilkan karya dari Unit Kegiatan Mahasiswa Canvas dan Artupic, SU Fashion Design and Business, serta Vin Autism Gallery ataubkarya penyandang autisme.

Hal ini juga menjadi wujud dukungan terhadap awareness ramah disabilitas dan menunjukkan seni sebagai medium inklusif.

Kedua, Booth Activity & Workshop sebagai sarana healing interaktif dengan berbagai sesi seperti Painting Session, Giving positive words mailbox, Grounding station, journaling session, dan workshop ekspresif.

Meilani berharap kegiatan ini dapat membangun ekosistem kampus yang sehat secara mental.

“Intervensi berbasis data ini menjadi contoh bagaimana hasil asesmen tidak berhenti sebagai laporan, tetapi diterjemahkan menjadi aksi nyata di tengah meningkatnya kesadaran akan isu mental health di kalangan generasi muda,” tuturnya.

Stefany Livia Prajogo, Psikolog, Head Student Welfare menjelaskan bahwa konsep Exhale mengajak mahasiswa untuk menghembuskan beban pikiran, merefleksikan diri, dan menemukan ketenangan melalui seni.

Momentum Ramadan memperkuat makna kegiatan ini, mengingat puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga tetapi juga melatih pengendalian emosi dan penguatan mental.

“Yang menarik, program ini sepenuhnya digagas oleh mahasiswa untuk mahasiswa yang menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap kesehatan mental rekan-rekannya,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait