24 February 2026, 5:32 AM WIB

Ramadan di Surabaya, Roti Maryam hingga Sambosa Khas Arab Ramai Diburu di Little Mekkah Ampel

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Ramadan selalu identik dengan tradisi berburu takjil. Di Kota Pahlawan, suasana tersebut terasa berbeda ketika mengunjungi kawasan Wisata Religi Ampel, yang kerap dijuluki Little Mekkah Surabaya dan dipadati pedagang kaki lima yang menyajikan aneka kuliner khas Timur Tengah.

Menjelang waktu berbuka, aroma roti dan gorengan khas Arab menguar di sepanjang jalan. Roti maryam menjadi primadona pembeli, yang bisa langsung membawa pulang roti baru matang dari atas wajan dengan tekstur lembut dan cita rasa gurih, cocok untuk berbuka maupun sahur.

Selain roti maryam, martabak sambosa dengan beragam isian mulai dari daging ayam, daging kambing, hingga sayur juga banyak diburu. Ada pula pukis Arab berukuran besar yang bentuknya menyerupai bunga mekar, serta roti khamer khas Timur Tengah yang tak kalah menggoda.

Antusiasme warga terlihat jelas. Ifan, warga Madura, Jawa Timur, mengaku hampir setiap Ramadan menyempatkan diri datang ke Ampel. Selain berburu takjil, ia juga berziarah ke makam Sunan Ampel.

“Memang tidak tentu, tapi setiap Ramadan kalau ke Ampel saya selalu mampir membeli roti maryam di sini. Rasanya enak dan bisa dimakan sampai sahur,” ujar Ifan, Senin (23/2).

WhatsApp Image 2026-02-22 at 21.44.03
Pedagang sambosa melayani pembeli yang berburu takjil di wisata religi Sunan Ampel Surabaya. (Foto: Ahmad/METROTODAY)

Banyaknya pembeli juga dirasakan para pedagang. Iyan Permana, salah satu penjual takjil khas Arab, menyebut roti maryam sebagai menu andalannya. Pada hari biasa, ia mampu menjual sekitar 1.500 roti per hari, namun saat Ramadan jumlahnya melonjak hingga lebih dari 3.000 roti per hari.

“Kami jual takjil khas Timur Tengah seperti pukis Arab, roti khamer, sambosa isi ayam, kambing, dan sayur. Saat Ramadan, peningkatan omzet bisa mencapai 85 sampai 90 persen,” jelas Iyan.

Untuk harga, roti maryam dibanderol Rp 10 ribu per tiga buah. Pukis Arab dijual Rp 12 ribu per biji, roti khamer sekitar Rp 6 ribu per roti, sambosa isi ayam dan kambing Rp 6 ribu sedangkan isi sayur Rp 3,5 ribu.

Berburu takjil di kawasan Ampel bukan sekadar soal rasa, tetapi juga pengalaman budaya yang khas. Bagi yang ingin merasakan nuansa Timur Tengah tanpa harus jauh bepergian, kawasan Wisata Religi Ampel bisa menjadi pilihan tepat untuk ngabuburit sembari menanti azan magrib. (ahm)

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Ramadan selalu identik dengan tradisi berburu takjil. Di Kota Pahlawan, suasana tersebut terasa berbeda ketika mengunjungi kawasan Wisata Religi Ampel, yang kerap dijuluki Little Mekkah Surabaya dan dipadati pedagang kaki lima yang menyajikan aneka kuliner khas Timur Tengah.

Menjelang waktu berbuka, aroma roti dan gorengan khas Arab menguar di sepanjang jalan. Roti maryam menjadi primadona pembeli, yang bisa langsung membawa pulang roti baru matang dari atas wajan dengan tekstur lembut dan cita rasa gurih, cocok untuk berbuka maupun sahur.

Selain roti maryam, martabak sambosa dengan beragam isian mulai dari daging ayam, daging kambing, hingga sayur juga banyak diburu. Ada pula pukis Arab berukuran besar yang bentuknya menyerupai bunga mekar, serta roti khamer khas Timur Tengah yang tak kalah menggoda.

Antusiasme warga terlihat jelas. Ifan, warga Madura, Jawa Timur, mengaku hampir setiap Ramadan menyempatkan diri datang ke Ampel. Selain berburu takjil, ia juga berziarah ke makam Sunan Ampel.

“Memang tidak tentu, tapi setiap Ramadan kalau ke Ampel saya selalu mampir membeli roti maryam di sini. Rasanya enak dan bisa dimakan sampai sahur,” ujar Ifan, Senin (23/2).

WhatsApp Image 2026-02-22 at 21.44.03
Pedagang sambosa melayani pembeli yang berburu takjil di wisata religi Sunan Ampel Surabaya. (Foto: Ahmad/METROTODAY)

Banyaknya pembeli juga dirasakan para pedagang. Iyan Permana, salah satu penjual takjil khas Arab, menyebut roti maryam sebagai menu andalannya. Pada hari biasa, ia mampu menjual sekitar 1.500 roti per hari, namun saat Ramadan jumlahnya melonjak hingga lebih dari 3.000 roti per hari.

“Kami jual takjil khas Timur Tengah seperti pukis Arab, roti khamer, sambosa isi ayam, kambing, dan sayur. Saat Ramadan, peningkatan omzet bisa mencapai 85 sampai 90 persen,” jelas Iyan.

Untuk harga, roti maryam dibanderol Rp 10 ribu per tiga buah. Pukis Arab dijual Rp 12 ribu per biji, roti khamer sekitar Rp 6 ribu per roti, sambosa isi ayam dan kambing Rp 6 ribu sedangkan isi sayur Rp 3,5 ribu.

Berburu takjil di kawasan Ampel bukan sekadar soal rasa, tetapi juga pengalaman budaya yang khas. Bagi yang ingin merasakan nuansa Timur Tengah tanpa harus jauh bepergian, kawasan Wisata Religi Ampel bisa menjadi pilihan tepat untuk ngabuburit sembari menanti azan magrib. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait