METROTODAY, SURABAYA – Memasuki bulan suci Ramadan, kurma menjadi primadona bagi berbagai kalangan terutama sebagai menu berbuka puasa. Tak sedikit outlet penjual kurma saat ini dipenuhi masyarakat yang berbondong-bondong datang membeli, seperti di pusat penjualan kurma Lawang Agung, Jalan Ampel, Surabaya.
Terlihat banyak orang yang memilih berbagai jenis kurma dari Timur Tengah, bukan hanya dari Surabaya namun juga dari luar kota yang rela datang jauh-jauh untuk membeli stok selama Ramadan.
Seperti halnya Kholis yang datang dari Madura untuk membeli dua dos kurma Mesir dengan total berat 10 kilogram. “Ya ini untuk takjil di rumah dan di masjid di kampung saya di Madura,” ujar Kholis, Kamis (19/2).
Ia mengaku memilih membeli di awal-awal Ramadan karena harga lebih terjangkau. “Ya ini beli lebih awal karena terjangkau (harganya, Red). Satu dos yang beratnya 10 kilogram untuk yang kurma dari Mesir ini Rp 200 ribu. Jadi saya langsung beli banyak,” ungkapnya. Selain kurma, ia juga membeli coklat dari Arab sebagai snack usai berbuka puasa dan mengaku setiap tahun rutin berbelanja di tempat tersebut.
Sales dan Marketing Lawang Agung, Zuhair Salim, mengatakan bahwa jenis kurma yang paling banyak diminati adalah kurma Mesir Multazam. Selain itu, juga tersedia kurma premium seperti Ajwa, Mejol, Sukari, Halas, hingga kurma dari Tunisia, Palestina, Emirat, dan Iran. “Jenis kurma yang paling diburu dari Mesir, seperti Multazam,” tuturnya.

Berbagai jenis kurma dengan harga bervariasi mulai dari Rp 9 ribu hingga Rp 1 juta per kilogram dapat ditemukan di sana, dengan harga yang bergantung pada jenis dan kualitas kurma.
Zuhair menjelaskan bahwa permintaan kurma tahun ini tetap sebanding dengan tahun lalu, meskipun kondisi ekonomi, kenaikan kurs dolar, dan biaya transportasi membuat harga menjadi lebih tinggi. Beberapa faktor lain seperti kelambatan pengiriman awal dan dampak ekonomi global juga turut memengaruhi pasar kurma saat ini.
“Sebenarnya lebih bagus tahun lalu ya mungkin karena kaitannya masalah ekonomi secara umum. Terus juga pengiriman yang terlambat juga awalnya telat jadi pengaruh barang masih belum masuk,” ungkapnya.
Pihaknya memprediksi puncak penjualan akan terjadi pada hari ke-10 Ramadan, setelah itu masyarakat akan mulai bersiap untuk Lebaran. “Ramainya masyarakat seminggu sebelum Ramadan sampai 10 hari kedepan biasanya,” ujarnya.
Untuk kemudahan masyarakat dalam mencari kurma selama Ramadan ini, pihaknya juga membuka beberapa outlet satelit di beberapa lokasi seperti Singosari, Gresik Manukan, hingga Pandugo. “Karena seiring dengan kebiasaan mengkonsumsi kurma. Apalagi saat Ramadan ini. Dan juga keberkahan dalam kurma saat dikonsumsi,” pungkasnya. (ahm)


