4 February 2026, 7:05 AM WIB

Pameran Hidden Potion Angkat Tema Relasi Manusia dan Memori di Surabaya

METROTODAY, SURABAYA – Pameran seni rupa bertajuk Hidden Potion yang menampilkan karya dari lima perupa dengan total 26 karya dapat dinikmati dengan suguhan karakteristik dari perupa.

Perupa yang karya-karyanya ditampilkan adalah Ahmad Fahrizal Irsadi, Septian Adi Perdana, Putri Setyowati, Yotandh, dan Izzar Fakhruddin – lima seniman dengan pendekatan dan latar yang beragam.

Menurut inisiator pameran, Rahma Tussofiyah, hidden potion sebagai ruang pertemuan antara rasa, ingatan, dan proses kreatif. Setiap karya dihadirkan sebagai bagian dari perjalanan yang saling terhubung, sekaligus membuka ruang refleksi bagi pengunjung untuk menemukan makna personal di dalamnya.

“Melalui pameran ini, karya seni dipahami sebagai hasil dari pengalaman hidup, ingatan, dan pengamatan terhadap lingkungan sekitar,” tuturnya, Minggu (25/1).

Lebih lanjut ia menjelaskan karya-karya yang ditampilkan lahir dari keseharian, isu personal, serta budaya visual yang dekat dengan kehidupan masa kini, dengan beragam teknik, gaya, dan medium yang digunakan para seniman untuk menyampaikan gagasan masing-masing.

“Secara umum, hidden potion mengangkat tema relasi manusia, memori, imajinasi, dan pengalaman emosional. Figur, humor, dan referensi budaya kontemporer menjadi bagian dari bahasa visual yang digunakan, sehingga karya terasa dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

WhatsApp Image 2026-01-25 at 11.03.43
Pengunjung saat melihat karya dari perupa yang ditampilkan di ARTSPACE lantai UG Artotel TS Suites Surabaya. (Foto: istimewa)

Pameran ini juga mengajak pengunjung untuk melihat karya seni tidak hanya sebagai objek visual, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan dialog.

Sementara itu General Manager ARTOTEL TS Suites Surabaya, Teddy Patrick, menjelaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung perkembangan seni rupa kontemporer.

“Melalui pameran kali ini, kami ingin menjadi wadah bagi seniman dan publik untuk saling bertemu, berdialog, dan mengapresiasi karya seni. Kami berharap pameran ini dapat memperkaya ekosistem kreatif di Surabaya,” ujarnya.

Pameran tersebut bertempat di ARTSPACE lantai UG Artotel TS Suites Surabaya, dan akan berlangsung hingga 26 April 2026 mendatang. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Pameran seni rupa bertajuk Hidden Potion yang menampilkan karya dari lima perupa dengan total 26 karya dapat dinikmati dengan suguhan karakteristik dari perupa.

Perupa yang karya-karyanya ditampilkan adalah Ahmad Fahrizal Irsadi, Septian Adi Perdana, Putri Setyowati, Yotandh, dan Izzar Fakhruddin – lima seniman dengan pendekatan dan latar yang beragam.

Menurut inisiator pameran, Rahma Tussofiyah, hidden potion sebagai ruang pertemuan antara rasa, ingatan, dan proses kreatif. Setiap karya dihadirkan sebagai bagian dari perjalanan yang saling terhubung, sekaligus membuka ruang refleksi bagi pengunjung untuk menemukan makna personal di dalamnya.

“Melalui pameran ini, karya seni dipahami sebagai hasil dari pengalaman hidup, ingatan, dan pengamatan terhadap lingkungan sekitar,” tuturnya, Minggu (25/1).

Lebih lanjut ia menjelaskan karya-karya yang ditampilkan lahir dari keseharian, isu personal, serta budaya visual yang dekat dengan kehidupan masa kini, dengan beragam teknik, gaya, dan medium yang digunakan para seniman untuk menyampaikan gagasan masing-masing.

“Secara umum, hidden potion mengangkat tema relasi manusia, memori, imajinasi, dan pengalaman emosional. Figur, humor, dan referensi budaya kontemporer menjadi bagian dari bahasa visual yang digunakan, sehingga karya terasa dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

WhatsApp Image 2026-01-25 at 11.03.43
Pengunjung saat melihat karya dari perupa yang ditampilkan di ARTSPACE lantai UG Artotel TS Suites Surabaya. (Foto: istimewa)

Pameran ini juga mengajak pengunjung untuk melihat karya seni tidak hanya sebagai objek visual, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan dialog.

Sementara itu General Manager ARTOTEL TS Suites Surabaya, Teddy Patrick, menjelaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung perkembangan seni rupa kontemporer.

“Melalui pameran kali ini, kami ingin menjadi wadah bagi seniman dan publik untuk saling bertemu, berdialog, dan mengapresiasi karya seni. Kami berharap pameran ini dapat memperkaya ekosistem kreatif di Surabaya,” ujarnya.

Pameran tersebut bertempat di ARTSPACE lantai UG Artotel TS Suites Surabaya, dan akan berlangsung hingga 26 April 2026 mendatang. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait