Muidah juga mendaftar haji di tahun yang sama saat itu usianya 52 tahun. Meski demikian ia berusaha untuk umrah pada tahun 2023.
“Nabungnya dikit-dikit, dulu saja sudah senang dapat Rp500. Saya kira ibu sudah tidak kuat, ternyata Alhamdulillah masih bugar setelah lima tahun penantian,” tutur perempuan yang sehari-harinya menjahit ini.
Mbah Marsiyah tergabung dalam kloter 112 dan akan berangkat ke Jeddah, Kamis (21/5) pukul 17.00 WIB, dengan bantuan kursi roda serta didampingi anaknya selama ibadah.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam menegaskan Mbah Marsiyah mendapat perlakuan istimewa.
“Beliau jemaah tertua se-Jawa Timur, bahkan berpotensi jadi yang tertua se-Indonesia. Di sini maupun di Mekkah dilayani khusus, tidak perlu antre dan selalu diprioritaskan demi kenyamanan dan keamanan,” ujarnya. (ahm)
Page: 1 2
Kebakaran hebat melanda pergudangan Margomulyo Permai, Blok AH-11, Kelurahan Asemrowo, Surabaya, Rabu (19/8). Gudang milik…
Ledakan tabung gas elpiji terjadj kawasan Jalan Juwingan No. 72D, Kelurahan Kertajaya, Surabaya, pada Kamis…
BRI Region 12 Surabaya turut memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui Semarak Kemerdekaan
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), disusul gempa berkekuatan di…
Tim Rasena dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) merancang AURIS (Auditory…
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terus diperketat untuk mengawal kinerja perangkat daerah sekaligus mencegah risiko…
This website uses cookies.