Categories: Kabar Haji

Sempat Dicurigai COVID-19, 13 Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Dinyatakan Negatif Usai Swab Antigen

METROTODAY, SURABAYA – Kekhawatiran sempat muncul di Asrama Haji Debarkasi Surabaya setelah belasan jemaah haji yang baru tiba dari Tanah Suci menunjukkan gejala mirip COVID-19.

Namun setelah melalui pemeriksaan intensif, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya memastikan bahwa 13 jemaah tersebut negatif COVID-19 berdasarkan hasil tes usap (swab) antigen.

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya, Rosidi Roslan, menjelaskan bahwa kewaspadaan langsung ditingkatkan begitu para jemaah haji tiba di Asrama Haji Surabaya.

Pihaknya mengidentifikasi total 13 jemaah dari kloter 6 hingga 11 yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Proses identifikasi dilakukan melalui pemantauan suhu tubuh dengan thermal scanner dan pengecekan riwayat kesehatan di aplikasi Satu Sehat Healthy Pass (SSHP).

“Awalnya ada 11 jemaah, kemudian bertambah 2 lagi yang kami identifikasi. Jadi total ada 13 jemaah yang kami indikasi awal terpapar Covid-19, namun alhamdulillah semua hasil swab negatif,” jelas Rosidi pada Minggu (15/6/2025).

Menurutnya, gejala yang dialami para jemaah, seperti batuk dan suhu tubuh di atas 38,5 derajat Celcius, bukanlah disebabkan oleh virus Corona.

Gejala tersebut lebih dipicu oleh kelelahan fisik akibat perjalanan panjang serta adaptasi tubuh terhadap perbedaan suhu yang signifikan antara Arab Saudi dan Surabaya.

“Kemarin ada beberapa jemaah haji yang memang gejalanya mirip (Covid-19), seperti batuk dan flu. Hal ini umum dialami jemaah haji karena faktor kelelahan. Kami langsung melakukan pengamatan visual dan penanganan,” terangnya.

Meskipun hasil tes negatif, PPIH Debarkasi Surabaya tetap mengeluarkan notifikasi kepada dinas kesehatan di daerah asal para jemaah tersebut, antara lain Trenggalek, Kediri, dan Tulungagung.

Langkah ini diambil untuk memastikan pemantauan kesehatan lanjutan terhadap para jemaah tetap berjalan setibanya mereka di rumah.

Rosidi juga mengimbau agar para jemaah tidak lengah meski status pandemi telah beralih menjadi endemi.

“Para jemaah, terutama yang lansia, diharapkan tetap menjaga protokol kesehatan, seperti memakai masker jika mengalami gejala sakit dan menghindari kerumunan,” pesannya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya istirahat yang cukup, menjaga asupan makanan bergizi, dan menerapkan pola hidup bersih sehat untuk memulihkan dan menjaga imunitas tubuh setelah menunaikan ibadah haji.

Hingga Minggu malam, Debarkasi Surabaya telah menyambut kedatangan 11 kloter jemaah haji dari Tanah Suci, dengan total 4.162 orang.

Sementara itu, tercatat 61 jemaah wafat, dengan rincian 57 orang wafat di Arab Saudi dan 4 orang wafat setelah mendapat perawatan di RS Haji Surabaya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

1 hour ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

2 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

21 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

23 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

Mobil Innova Zenix Ditumpangi Dua Lansia Terguling Tabrak Tiang Lampu dan Pohon

Sebuah mobil Toyota Innova Zenix mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak tiang lampu penerangan jalan dan…

1 day ago

This website uses cookies.