Categories: Kabar Haji

Tabungan Hasil Bertani Cengkih jadi Tiket Haji Nenek 90 Tahun Asal Pulau Dewata

METROTODAY, SURABAYA – Semangat Siti Maimunah, 90, calon jemaah haji (CJH) tertua asal Bali, tak surut meski usia senjanya telah menua.

Wanita asal Desa Pegayaman, Buleleng ini membuktikan tekadnya menunaikan rukun Islam kelima dengan berangkat ke Tanah Suci.

Tergabung dalam kloter 71, Siti Maimunah tiba di Asrama Haji pada Kamis (22/5) pukul 03.00 WIB, didampingi anak tertuanya, Mariyati, 57.

Meskipun keterbatasan komunikasi membuat wawancara dilakukan melalui bantuan putrinya, kisah inspiratif Siti Maimunah terungkap.

Mariyati menceritakan kondisi kesehatan ibunya yang tetap prima hingga beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, meskipun hampir 90 tahun, Ibu sehat. Tidak ada diabetes, darah tinggi, atau penyakit lainnya. Hanya saja, lima bulan lalu beliau terkena serangan jantung, sehingga kondisinya tidak sesehat dulu,” ujar Mariyati.

Sebelum sakit, Siti Maimunah masih aktif bertani cengkih. “Ibu baru berhenti setelah sakit jantung lima bulan lalu. Sebelumnya masih aktif di kebun, bahkan sempat mengikuti manasik haji setelah diumumkan keberangkatannya tahun ini,” tambah Mariyati.

Keberangkatan Siti Maimunah ke Tanah Suci merupakan buah dari ketekunan dan kesabaran.

“Ibu adalah petani cengkih. Setiap panen, sedikit demi sedikit beliau menyisihkan uang untuk ditabung. Tahun 2019, kami akhirnya bisa mendaftar haji,” kenang Mariyati.

Tabungan hasil panen cengkih tersebut juga digunakan untuk melunasi biaya haji. Cita-cita Siti Maimunah untuk berhaji telah lama terpendam.

“Ibu sudah lama ingin berhaji, tapi kami belum mampu. Ibu punya sembilan anak. Bapak sudah meninggal 27 tahun lalu. Baru enam tahun lalu Ibu dan saya bisa mendaftar,” jelas Mariyati.

Berkat kuota prioritas lansia dan kuota pendampingan lansia, impian tersebut akhirnya terwujud lebih cepat dari masa tunggu seharusnya.

Meski sempat mengalami penurunan tekanan darah dan dirawat di poliklinik Asrama Haji, kondisi Siti Maimunah kini telah stabil.

“Tadi awal masuk asrama haji, Ibu sempat dibawa ke poliklinik karena tekanan darahnya sedikit menurun. Alhamdulillah sudah stabil. Semoga kami diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci,” harap Mariyati.

Siti Maimunah dan Mariyati dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada Jumat (23/5) pukul 00.20 WIB dengan maskapai Saudi Airlines, penerbangan SV 5471.

Kisah inspiratif ini menjadi bukti bahwa semangat dan ketekunan mampu mengalahkan segala keterbatasan, bahkan usia. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Kenjeran Jadi Saksi Lahirnya Laboratorium Keliling Deteksi Ancaman Mikroplastik

Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.

4 hours ago

Komisi B DPRD Surabaya Soroti Pagar Tinggi Mal di Surabaya: Jangan Bangun Kesan Kota Mencekam

Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…

4 hours ago

Kanwil DJP II Jatim Capai Penerimaan Rp16,08 T, Buah Sinergi dengan Media

Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…

5 hours ago

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…

5 hours ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

13 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

16 hours ago

This website uses cookies.