Categories: Internasional

Skibidi hingga Delulu, Kata-Kata Viral di TikTok Kini Masuk Kamus Cambridge

METROTODAY, JAKARTA – Bahasa Inggris resmi kedatangan kosakata baru yang berasal dari budaya internet. Kamus Cambridge pada Rabu (20/8) mengumumkan penambahan sejumlah istilah populer di TikTok, termasuk “skibidi”, “delulu”, dan “tradwife”, ke dalam edisi terbarunya.

Colin McIntosh, manajer program leksikal Kamus Cambridge, menjelaskan bahwa fenomena ini mencerminkan pengaruh besar media sosial terhadap perkembangan bahasa.

“Budaya internet mengubah bahasa Inggris dan dampaknya sangat menarik untuk diamati dan diabadikan dalam kamus. Tidak setiap hari kita bisa melihat kata-kata seperti skibidi dan delulu masuk ke dalam Kamus Cambridge. Kami hanya menambahkan kata-kata yang kami yakini akan bertahan lama,” ujar McIntosh.

Dari Toilet Animasi hingga Romantika Rumah Tangga

Istilah skibidi berawal dari serial animasi absurd Skibidi Toilet di YouTube yang kemudian viral di TikTok.

Dalam kamus, kata ini didefinisikan fleksibel yang artinya bisa “keren”, “buruk”, atau bahkan sekadar lelucon tanpa makna. Contohnya: “Skibidi apa yang kau lakukan?”

Sementara itu, tradwife merujuk pada influencer konservatif di TikTok yang merayakan peran tradisional perempuan sebagai istri dan ibu.

Adapun delulu yang merupakan singkatan dari delusional dipahami sebagai keyakinan pada hal-hal yang tidak nyata atau tidak benar. Biasanya karena memilih untuk mempercayainya.

Kehadiran istilah-istilah gaul TikTok di kamus tidak selalu disambut hangat. Sebagian generasi tua atau mereka yang tidak aktif di media sosial menganggap langkah ini menurunkan standar bahasa.

Namun, sejumlah pengamat budaya melihatnya sebagai cermin zaman. Penulis dan seniman asal AS, Lee Escobedo, menyebut fenomena ini sebagai wujud identitas generasi digital.

“Otak skibidi merangkum generasi yang fasih dalam ironi tetapi haus akan makna. Media hiper-kaotik semacam ini berfungsi sebagai hiburan sekaligus pandangan dunia bagi para pemuda yang dibesarkan secara daring,” ujarnya.

Penambahan kata-kata gaul ke Kamus Cambridge bukanlah hal pertama dalam sejarah bahasa. Sebelumnya, kata-kata dari musik, film, hingga politik juga pernah masuk kamus setelah melekat dalam percakapan sehari-hari.

Fenomena terbaru ini menunjukkan bahwa TikTok dan budaya digital telah menjadi motor penggerak bahasa modern, mengubah lelucon daring menjadi istilah resmi yang tercatat dalam sejarah. (red)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Taxmon Perkuat Pengawasan Pajak Daerah, Pemkab Sidoarjo Targetkan 454 Titik Terpasang Akhir Juli 2026

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat digitalisasi pengelolaan pajak daerah melalui pemasangan Tax Monitoring System (Taxmon)…

8 hours ago

Socceroos Kena Tilang di Seattle, Amerika Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan…

19 hours ago

Cinta Rashford pada Barcelona Bertepuk Sebelah Tangan meski Sudah Rela Turun Harga

Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa.…

19 hours ago

Cak Klepon Pabean Cantian Jemput Bola Urus Akta Kelahiran dan Kematian Warga Surabaya

Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan bernama Cak Klepon atau Cetak Akte Kelahiran…

19 hours ago

Gaji ke-13 dan TPP ASN/PPPK Surabaya Dipastikan Cair, TPP Naik Menjadi 100 Persen

Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…

20 hours ago

Liverpool Bertaruh dengan Iraola, Van Dijk Akui Terkejut Slot Didepak

Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…

21 hours ago

This website uses cookies.