Categories: Internasional

Gempa Bumi 7,7 M Guncang Myanmar, Terasa hingga Thailand dan China

METROTODAY, MOSKOW – Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Myanmar, Jumat (28/3), yang getarannya terasa hingga ke sejumlah negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, hingga ke Bangladesh, India, Laos dan China.

Otoritas Myanmar menyatakan status darurat di wilayah-wilayah yang dilanda gempa.

Kantor Berita Anadolu Turki yang dikutip Antara melaporkan bahwa sedikitnya 25 orang di Myanmar dan satu orang di Thailand tewas.

Sementara 43 lainnya masih hilang setelah sebuah gedung pencakar langit di Bangkok ambruk akibat gempa yang berpusat di wilayah Sagaing, Myanmar.

Menurut laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada 16 kilometer sebelah barat laut kota Sagaing, Myanmar, dengan kedalaman 10 kilometer dari permukaan bumi. Gempa terjadi pada pukul 12.50 waktu setempat. Gempa susulan berkekuatan 6,4 magnitudo terjadi setelah 12 menit gempa pertama.

Satu orang di Bangkok dilaporkan tewas dan 43 lainnya terjebak di dalam gedung bertingkat yang masih dalam tahap konstruksi di distrik Chatuchak, seperti dilaporkan Thai PBS.

Sementara itu, sebuah biara di Kota Taungoo, Myanmar juga hancur dan menewaskan lima anak pengungsi, seperti dilaporkan Eleven Media Group.

Warga di Vietnam mengaku juga merasakan getaran akibat gempa dahsyat yang mengguncang Myanmar. Warga di Kota Hanoi dan Ho Chi Minh yang berjarak lebih dari 1.000 km dari pusat gempa, dilaporkan juga merasakan getaran gempa sekitar 10 detik.

Di tempat lain, rumah sakit terbesar Thailand yang berlokasi di Bangkok, Siriraj Piyamaharajkarun, pada Jumat mengatakan pihaknya menunda rencana operasi dan layanan di tengah bencana gempa.

“Demi keselamatan pasien, keluarga dan para staf, Rumah Sakit Siriraj menunda layanan tersebut. Kami menghentikan sementara operasi klinik khusus di luar jam kerja reguler dan membatalkan seluruh operasi non-darurat,” kata pihak rumah sakit.

Keputusan itu berlaku sejak pukul 4 sore waktu setempat (9 pagi GMT), Jumat, hingga pukul 12 siang, Minggu.

Surat kabar The Nation juga melaporkan bahwa bandara di seluruh Thailand berhenti beroperasi akibat gempa tersebut.

Sementara itu, otoritas Myanmar telah mengumumkan pengumpulan donor darah darurat, mengingat banyaknya korban luka. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Kenjeran Jadi Saksi Lahirnya Laboratorium Keliling Deteksi Ancaman Mikroplastik

Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.

6 hours ago

Komisi B DPRD Surabaya Soroti Pagar Tinggi Mal di Surabaya: Jangan Bangun Kesan Kota Mencekam

Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…

7 hours ago

Kanwil DJP II Jatim Capai Penerimaan Rp16,08 T, Buah Sinergi dengan Media

Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…

7 hours ago

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…

8 hours ago

Gol Yuran Bawa Persebaya Kalahkan Arema 1-0, Melaju ke Final Piala Presiden 2026 Hadapi Persib

Persebaya Surabaya memastikan tiket ke partai puncak Piala Presiden 2026. Bajol Ijo sukses menaklukkan Arema…

9 hours ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

16 hours ago

This website uses cookies.