METROTODAY, SURABAYA – Menjelang laga penting BRI Super League melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (18/10) sore pelatih kepala Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengaku timnya telah menjalani persiapan yang matang selama sepele terakhir.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa sejarah pertemuan tidak menjamin hasil akhir, dan kemenangan harus diperjuangkan sepenuhnya di atas lapangan hijau.
“Kami menjalani minggu persiapan yang baik untuk menyambut pertandingan besok. PSS Sleman datang dengan modal kemenangan bagus 3-0 atas PSM Makassar, yang tentu memberi mereka kepercayaan diri tinggi. Mereka ingin menang, kami juga ingin menang. Semoga besok kita bisa menyajikan pertandingan yang menarik dan meraih tiga poin di hadapan ribuan Bonek dan Bonita,” ujar Tavares, Sabtu (17/10).
Ia menjelaskan bahwa catatan pertemuan terakhir melawan PSS Sleman Januari lalu Persebaya kalah 1-3. “Perlu diluruskan, pertemuan terakhir di bulan Januari lalu kami justru kalah 1-3. Memang di tiga laga kandang terakhir kami tampil baik, tetapi sejarah tidak akan membantu kami besok. Kami harus membuktikannya di lapangan,” tegasnya.
Pelatih asal Portugal ini menilai PSS Sleman bukan lawan yang mudah. PSS Sleman memiliki pemain-pemain lokal dan asing yang berkualitas, serta pelatih berpengalaman yang sangat paham dengan liga ini.
“Meski begitu, tim kami terus berkembang dari hari ke hari. Tidak semua pemain bisa kami turunkan, tetapi itulah alasan kami memiliki skuad yang dalam,” jelasnya.
Keberadaan puluhan ribu suporter di stadion menjadi modal besar bagi Persebaya. Bernardo menegaskan dukungan Bonek dan Bonita memberikan kepercayaan diri ekstra bagi para pemain.
“Saat pemain tahu kalian ada di belakang mereka, mereka lebih berani mengambil risiko di lapangan. Mereka tidak takut melakukan kesalahan karena merasa didukung sepenuhnya. Itulah yang saya harapkan besok 30.000 suporter hadir dan menciptakan suasana yang luar biasa untuk mendorong tim meraih kemenangan,” tegasnya.
Mengenai antisipasi cuaca yang panas, Tavares menjelaskan pihaknya telah menyesuaikan jadwal latihan.
“Kami menyesuaikan waktu latihan lebih pagi agar tubuh beradaptasi. Memang bermain siang hari intensitasnya mungkin sedikit berbeda dibanding laga malam, tetapi kami siap memberikan performa terbaik,” katanya.
Laga besok juga punya makna lebih. Bonek, Bonita, dan suporter PSS Sleman akan bersama-sama menggalang donasi untuk membantu korban kebakaran hutan di Kalimantan. Bernardo Tavares memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif tersebut.
“Ini menunjukkan betapa besarnya hati suporter kami. Saat melihat mereka saling bahu-membahu membantu yang membutuhkan, saya merasa berada di klub yang benar-benar tepat. Itu nilai yang lebih dari sekadar sepak bola,” ujar Tavares.
Sementara itu, Miguel Pereira mengaku kondisi tim dalam keadaan siap dan optimis. Apalagi pertandingan besok bermain di kandang dan mendapat dukungan penuh dari Bonek.
“Kami bekerja keras sepanjang minggu ini. Kami tahu PSS Sleman tim yang kuat, tetapi kami juga datang dengan modal kemenangan terakhir yang memberi kami kepercayaan diri. Tim dalam kondisi siap. Semoga besok Bonek dan Bonita terus mendorong kami meraih kemenangan dukungan kalian sangat berarti bagi kami,” ungkap Miguel.
Terkait candaan lawan yang berambisi mencetak hattrick di kandang Persebaya, Bernardo tertawa lebar. “Saya harap itu tidak terjadi! Kami akan berusaha mencegahnya. Sepak bola tidak bisa diprediksi, tetapi kami akan berjuang keras agar besok tiga poin tetap di Surabaya,” pungkasnya. (ahm)


