Categories: Fair Play

Dipanggang Terik 35 Derajat Celsius, Tarian Arias Jinakkan Tim Bintang Hitam Afrika

METROTODAY, KANSAS CITY – Kolombia memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Ghana dengan skor tipis 1-0 dalam laga fase 32 besar yang berlangsung di Kansas City, Sabtu siang (4/7) WIB.

Gol semata wayang Jhon Arias menjadi pemasti dalam duel ketat yang dipenuhi pertarungan fisik dan disiplin taktik tinggi. Kemenangan itu mengantar Los Cafeteros (julukan Kolombia) bersua Swiss pada babak berikutnya.

Kolombia langsung menguasai ritme permainan sejak menit-menit awal. Serangan yang dibangun pasukan Néstor Lorenzo membuahkan hasil pada menit ke-14 ketika Jhon Arias menyambar umpan matang di dalam kotak penalti untuk menaklukkan kiper Ghana.

Gol menyengat tersebut membuat pertandingan berjalan sesuai dikte Kolombia, sementara Ghana dipaksa mengejar ketertinggalan hingga 90 menit tuntas.

Meski hanya unggul satu gol, Kolombia tampil sangat disiplin dalam bertahan. Lini belakang yang dikawal Davinson Sánchez dan kawan-kawan nyaris tidak memberikan ruang bagi lini serang Ghana.

Black Stars (julukan Ghana) kesulitan menciptakan peluang berbahaya dan bahkan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan, sebuah statistik yang menggambarkan rapatnya pertahanan wakil Amerika Selatan tersebut.

Di sisi lain, Kolombia sebenarnya memiliki sejumlah kesempatan untuk menggandakan keunggulan.

Luis Díaz sempat membobol gawang Ghana, namun golnya dianulir karena offside. Winger Bayern Muenchen itu juga memperoleh peluang emas melalui serangan balik cepat, tetapi penyelesaiannya masih belum menemui sasaran.

Meski demikian, keunggulan satu gol sudah cukup membawa Los Cafeteros melangkah ke fase berikutnya.

Selain drama taktik di lapangan, ada hal nyeleneh terkait cuaca ekstrem yang menyelimuti laga ini.

Kickoff yang sengaja digeser ke pukul 20.30 waktu setempat demi menghindari terik musim panas nyatanya tak banyak membantu, karena suhu di stadion tetap nangkring di angka 31 derajat Celsius dengan indeks panas mencapai 35 derajat Celsius yang super gerah.

Kondisi menggerahkan ini memaksa para pemain dari kedua tim terus-menerus menenggak air dalam sesi jeda minum yang krusial demi menghindari kram massal, sementara puluhan ribu suporter Kolombia di tribun menyiasatinya dengan mengipas-ngipas wajah mereka menggunakan topi tradisional sombrero vueltiao, menurut laporan AP News.

Pelatih Kolombia, Néstor Lorenzo, memberikan apresiasi khusus terhadap soliditas timnya.

Menurutnya, kemampuan anak asuhnya menjaga keunggulan di bawah tekanan menjadi modal penting menghadapi lawan yang lebih berat pada babak 16 besar.

Tantangan berikutnya jelas tidak ringan karena Swiss menanti sebagai lawan yang terkenal kolektif dalam urusan mencetak gol, terutama dengan naiknya nama muda Johan Manzambi. (eza/mt)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Tanpa Melihat Tetap Presisi, Mahasiswa di Surabaya Ciptakan Timbangan untuk Barista Tunanetra

Tim Rasena dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) merancang AURIS (Auditory…

2 hours ago

Teken Kontrak Kinerja dan Surat Siap Mundur, Pejabat Surabaya Komitmen Capai Target

Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terus diperketat untuk mengawal kinerja perangkat daerah sekaligus mencegah risiko…

3 hours ago

BRI Region 12 Surabaya Salurkan Paket Sembako ke Panti Asuhan dan Gereja, Kepedulian Sambut HUT RI

BRI menyalurkan bantuan paket sembako kepada sembilan panti asuhan, lembaga kesejahteraan sosial anak, dan gereja…

4 hours ago

Perda 4/2026 Berlaku, Penghuni Kos di Surabaya Kini Bisa Pakai Alamat Tempat Tinggal di KK dan KTP

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya menyiapkan sistem informasi khusus untuk mendata dan…

9 hours ago

Bertemu Bupati Subandi, HMI Sidoarjo Dukung Pemberantasan Miras dan Penanggulangan HIV/AIDS

Perwakilan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo menemui Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn…

18 hours ago

Pimpin DPAC PKB Sedati, Rafi Wibisono Bawa Misi “Naik Kelas”

Regenerasi kepemimpinan mulai menjadi warna baru di tubuh PKB Sidoarjo. M. Rafi Wibisono dipercaya menjadi…

1 day ago

This website uses cookies.