Categories: Fair Play

Penampilan Gordon Mewah, Wan Bissaka Tetap Sulit Dijarah Meski Kongo Lengah

METROTODAY, ATLANTA – Gila, dramatis, dan sukses bikin senam jantung! Laga babak 32 besar Piala Dunia di Atlanta Stadium berubah menjadi panggung horor yang nyaris menelan korban besar bernama tim nasional Inggris.

The Three Lions dipaksa bekerja keras hingga titik penghabisan sebelum akhirnya menekuk DR Kongo dengan skor 2-1. Sempat tertinggal lebih dulu, tim Tuchel mampu membalikkan keadaan lewat dua gol kapten Harry Kane yang mengantar mereka melaju ke babak 16 besar.

Baru seumur jagung laga berjalan, tepatnya menit ke-7, gawang Jordan Pickford langsung koyak akibat sepakan mendatar Brian Cipenga yang memanfaatkan kelengahan fatal barisan belakang Inggris.

Pasukan Tuchel sempat dibuat linglung, salah umpan sana-sini, dan dipaksa puas menutup babak pertama karena tertinggal 0-1 dari sang kuda hitam Afrika.

Dilansir dari Al Jazeera, setelah 1 jam dibikin frustasi oleh Sebastiem Desabre, perubahan arah laga datang ketika Thomas Tuchel memainkan sejumlah pemain pengganti yang kemudian mengubah tempo permainan. Dua asis Anthony Gordon kemudian dikonversi Harry Kane menjadi dua gol kemenangan Inggris.

Masuk dari bangku cadangan, Anthony Gordon menjelma menjadi kartu AS yang benar-benar mematikan. Winger baru klub Barcelona itu menghadirkan energi baru di sisi kiri, berani menusuk ke kotaak penalti, dan dua kali mengirim umpan matang yang diselesaikan Kane, pada menit ke-75 dan 86.

Kehadiran Gordon menyuntikkan energi segar yang mengubah rasa frustasi publik Inggris menjadi pesta pora kelolosan menuju babak 16 besar untuk menantang tuan rumah Meksiko.

Di sisi lain, meski timnya tersingkir, Aaron Wan-Bissaka tampil bak tembok yang nyaris mustahil ditembus. Bek kanan DR Kongo itu berkali kali mematahkan upaya Marcus Rashford maupun pemain Inggris lainnya dalam duel satu lawan satu.

Kemampuam membaca arah serangan serta timing tekel spider-man andalanya yang presisi membuat mantan bek Manchester United tersebut menjadi pemain dengan penampilan paling mencolok di kubu Kongo, bahkan ketika tekanan Inggris terus meningkat sepanjang babak kedua.

Ironisnya, pertahanan solid Wan-Bissaka akhirnya runtuh bukan karena ia kalah duel, melainkan karena intensitas serangan Inggris yang meningkat setelah Gordon dan Eze dimasukkan. Kombinasi tenaga segar dari bangku cadangan membuat blok pertahanan DR Kongo mulai kehilangan bentuk pada menit-menit akhir hingga Kane mencetak gol penentu kemenangan.

Duka mendalam dialami Pelatih DR Kongo, Sebastien Desabre. Dikabarkan oleh Reuters, saat sesi konferensi pers, Desabre diberitahu oleh seorang jurnalis bahwa ayahnya meninggal dunia.

Mengetahui hal itu, Desabre memutuskan memilih tidak jadi mengisi sesi konferensi pers pascalaga. Sebuah keputusan yang menuai rasa hormat dari banyak kalangan sepak bola.

Kini Inggris melaju ke babak 16 besar dengan modal kemenangan dramatis, tetapi laga melawan DR Kongo menjadi pengingat bahwa jalan menuju trofi Piala Dunia 2026 tidak akan pernah mudah.

Sementara itu, meski langkahnya terhenti, DR Kongo pulang dengan kepala tegak setelah memperlihatkan kualitas, disiplin, dan semangat juang yang membuat Inggris harus mengerahkan kemampuan terbaiknya hingga peluit panjang berbunyi. (eza/mt)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Tanpa Melihat Tetap Presisi, Mahasiswa di Surabaya Ciptakan Timbangan untuk Barista Tunanetra

Tim Rasena dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) merancang AURIS (Auditory…

2 hours ago

Teken Kontrak Kinerja dan Surat Siap Mundur, Pejabat Surabaya Komitmen Capai Target

Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terus diperketat untuk mengawal kinerja perangkat daerah sekaligus mencegah risiko…

3 hours ago

BRI Region 12 Surabaya Salurkan Paket Sembako ke Panti Asuhan dan Gereja, Kepedulian Sambut HUT RI

BRI menyalurkan bantuan paket sembako kepada sembilan panti asuhan, lembaga kesejahteraan sosial anak, dan gereja…

5 hours ago

Perda 4/2026 Berlaku, Penghuni Kos di Surabaya Kini Bisa Pakai Alamat Tempat Tinggal di KK dan KTP

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya menyiapkan sistem informasi khusus untuk mendata dan…

9 hours ago

Bertemu Bupati Subandi, HMI Sidoarjo Dukung Pemberantasan Miras dan Penanggulangan HIV/AIDS

Perwakilan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo menemui Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn…

18 hours ago

Pimpin DPAC PKB Sedati, Rafi Wibisono Bawa Misi “Naik Kelas”

Regenerasi kepemimpinan mulai menjadi warna baru di tubuh PKB Sidoarjo. M. Rafi Wibisono dipercaya menjadi…

1 day ago

This website uses cookies.