WhatsApp Image 2026-07-03 at 10.41.09
METROTODAY, ATLANTA – Gila, dramatis, dan sukses bikin senam jantung! Laga babak 32 besar Piala Dunia di Atlanta Stadium berubah menjadi panggung horor yang nyaris menelan korban besar bernama tim nasional Inggris.
The Three Lions dipaksa bekerja keras hingga titik penghabisan sebelum akhirnya menekuk DR Kongo dengan skor 2-1. Sempat tertinggal lebih dulu, tim Tuchel mampu membalikkan keadaan lewat dua gol kapten Harry Kane yang mengantar mereka melaju ke babak 16 besar.
Baru seumur jagung laga berjalan, tepatnya menit ke-7, gawang Jordan Pickford langsung koyak akibat sepakan mendatar Brian Cipenga yang memanfaatkan kelengahan fatal barisan belakang Inggris.
Pasukan Tuchel sempat dibuat linglung, salah umpan sana-sini, dan dipaksa puas menutup babak pertama karena tertinggal 0-1 dari sang kuda hitam Afrika.
Dilansir dari Al Jazeera, setelah 1 jam dibikin frustasi oleh Sebastiem Desabre, perubahan arah laga datang ketika Thomas Tuchel memainkan sejumlah pemain pengganti yang kemudian mengubah tempo permainan. Dua asis Anthony Gordon kemudian dikonversi Harry Kane menjadi dua gol kemenangan Inggris.
Masuk dari bangku cadangan, Anthony Gordon menjelma menjadi kartu AS yang benar-benar mematikan. Winger baru klub Barcelona itu menghadirkan energi baru di sisi kiri, berani menusuk ke kotaak penalti, dan dua kali mengirim umpan matang yang diselesaikan Kane, pada menit ke-75 dan 86.
Kehadiran Gordon menyuntikkan energi segar yang mengubah rasa frustasi publik Inggris menjadi pesta pora kelolosan menuju babak 16 besar untuk menantang tuan rumah Meksiko.
Di sisi lain, meski timnya tersingkir, Aaron Wan-Bissaka tampil bak tembok yang nyaris mustahil ditembus. Bek kanan DR Kongo itu berkali kali mematahkan upaya Marcus Rashford maupun pemain Inggris lainnya dalam duel satu lawan satu.
Kemampuam membaca arah serangan serta timing tekel spider-man andalanya yang presisi membuat mantan bek Manchester United tersebut menjadi pemain dengan penampilan paling mencolok di kubu Kongo, bahkan ketika tekanan Inggris terus meningkat sepanjang babak kedua.
Ironisnya, pertahanan solid Wan-Bissaka akhirnya runtuh bukan karena ia kalah duel, melainkan karena intensitas serangan Inggris yang meningkat setelah Gordon dan Eze dimasukkan. Kombinasi tenaga segar dari bangku cadangan membuat blok pertahanan DR Kongo mulai kehilangan bentuk pada menit-menit akhir hingga Kane mencetak gol penentu kemenangan.
Duka mendalam dialami Pelatih DR Kongo, Sebastien Desabre. Dikabarkan oleh Reuters, saat sesi konferensi pers, Desabre diberitahu oleh seorang jurnalis bahwa ayahnya meninggal dunia.
Mengetahui hal itu, Desabre memutuskan memilih tidak jadi mengisi sesi konferensi pers pascalaga. Sebuah keputusan yang menuai rasa hormat dari banyak kalangan sepak bola.
Kini Inggris melaju ke babak 16 besar dengan modal kemenangan dramatis, tetapi laga melawan DR Kongo menjadi pengingat bahwa jalan menuju trofi Piala Dunia 2026 tidak akan pernah mudah.
Sementara itu, meski langkahnya terhenti, DR Kongo pulang dengan kepala tegak setelah memperlihatkan kualitas, disiplin, dan semangat juang yang membuat Inggris harus mengerahkan kemampuan terbaiknya hingga peluit panjang berbunyi. (eza/mt)
Tak ada yang menyangka Belgia mampu keluar dari lubang sedalam itu. Tertinggal dua gol hingga…
Komitmen dalam mendukung kesejahteraan pekerja migran ditunjukkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Hal…
Norwergia memastikan diri melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menundukkan Pantai Gading…
Kesuksesan tidak selalu lahir dari ibu kota. Kalimat itu seolah menjadi gambaran perjalanan hidup Bayu…
Kekalahan pelik dari Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi pertandingan terakhir Ronald…
SARASEHAN Kebangsaan KSTI 2026 yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center…
This website uses cookies.