“Sangat menyakitkan. Kami memegang kendali penuh, mengurung mereka sepanjang laga, tapi sepak bola hanya peduli pada bola yang masuk ke jala gawang. Statistik 78 persen penguasaan bola itu menjadi sampah ketika anda tidak bisa membunuh laga lebih cepat. Mengenai penalti? Rekor sejarah tidak bisa mencetak gol kemenangan untuk anda. Hari ini kami sangat frustasi,” ujar Nagelsmann.
Jerman yang mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola hingga 78 persen di babak pertama dipaksa menelan pil super pahit setelah didepak Paraguay lewat drama adu penalti yang berakhir tragis 3-4.
Keberhasilan penentu dari bek Jose Canale yang dingin sebagai eksekutor penalti terakhir tidak hanya memastikan kemenangan paling mengejutkan di turnamen ini, tetapi juga menuntaskan balas dendam perempat abad atas kekalahan Paraguay dari Jerman di Piala Dunia 2002 silam. Skuad Albirroja (julukan Paraguay) kini resmi menunggu di babak 16 besar untuk menghadapi pemenang laga antara Prancis dan Swedia di Philadelphia. (eza/mt)
Page: 1 2
Lelly Lailiyah Novianti resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil menyelesaikan ujian doktor terbuka yang digelar…
Nasib kurang beruntung menimpa Jonathan Yohvino, Media Officer Persebaya Surabaya. Ia harus kehilangan sepeda motor…
Langkah lemas skuad Korea Selatan saat menapakkan kaki di Bandara Internasional Incheon pada Selasa subuh…
Maroko kembali menegaskan statusnya sudah bukan lagi kuda hitam. Setelah mampu menembus semifinal Piala Dunia…
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya tengah mengembangkan solusi inovatif untuk mengatasi penumpukan…
Brasil memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Jepang dengan skor…
This website uses cookies.