Categories: Fair Play

Bukan Gervinho, Bukan Drogba! Curacao Dibuat Pepe Mati Gaya

METROTODAY, PHILADELPHIA – Timnas Pantai Gading akhirnya memecahkan kutukan panjang mereka di panggung Piala Dunia. Les Elephants (julukan Pantai Gading) memastikan langkah ke 32 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah usai menundukkan debutan Curacao dengan skor 2-0 pada laga terakhir Grup E di Philadelphia Stadium, AS, Kamis (25/6) waktu setempat atau Jumat dinihari WIB.

Dua gol dari Nicholas Pepe memastikan wakil Afrika Barat finis sebagai runner-up grup di bawah Jerman sekaligus memtus perjuangan heroik Curacao yang tampil untuk pertama kalinya di putaran final Piala Dunia.

Pantai Gading langsung mendikte permainan sejak menit-menit awal. Baru tujuh menit laga berjalan, kesalahan lini belakang Curacao berhasil dimanfaatka Yan Diomande untuk meneruskan bola kepada Nicolas Pepe yang tanpa kesulitan menaklukkan Eloy Room.

Curacao sempat memberikan perlawanan lewat sejumlah serangan balik melalui Tahith Chong dan Jurgen Locadia, tetapi penyelesaian akhir menjadi persoalan utama.

Pepe kemudian mengunci kemenangan pada menit ke-64 melalui penyelesaian melengkung memanfaatkan umpan terobosan Ibrahim Sangare. Dua gol tersebut memastikan mantan winger Arsenal itu kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah cukup lama paceklik gol bersama timnas.

Hasil ini terasa begitu spesial bagi Pantai Gading. Dalam tiga penampilan sebelumnya di Piala Dunia (2006, 2010, 2014), negara yang pernah diperkuat Didier Drogba itu selalu gagal melewati fase grup meski memang beberapa kali tergabung dalam grup neraka. Kini, generasi baru yang dipimpin Emersen Fae sukses menghapus trek rekor buruk tersebut.

Sebaliknya, Curacao tetap pulang dengan kepala tegak. Negara berpenduduk sekitar 150 ribu jiwa itu menjadi negara dengan populasi terkecil yang pernah tampil di Piala Dunia dan sempat mencuri perhatian setelah mampu menahan Ekuador tanpa gol.

Kepada awak media, pelatih Pantai Gading, Emersen Fae mengaku pencapaian ini merupakan buah yang dipetik dari kerja keras seluruh pemain sejak fase kualifikasi.

Menurutnya, timnya pantas berada di babak gugur setelah mampu bersaing ketat melawan Jerman dan mengunci kemenangan penting atas Ekuador maupun Curacao.

Fae juga memberikan pujian kepada skuad mudanya yang dinilai bermain rapi dan mampu mengadah tekanan besar yang mengiringi laga hidup-mati tersebut.

Pahlawan kemenangan, Nicolas Pepe, berhasil membungkam kritik yang sempat dibawa mengiringi performanya dalam dua tahun terakhir.

Setelah sempat tersisih dari skuad Juara Afrika dan tidak mencetak gol internasional sejak 2024, pemain berusia 31 tahun itu justru tampil sebagai pembeda ketika tim membutuhkannya.

Fox Sports melaporkan, Ibrahim Sangare dan talenta muda Yan Diomande juga banjir pujian berkat kontribusi besar mereka dalam membangun serangan Pantai Gading selama fase grup.

Sejumlah pengamat turut memberikan apresiasi terhadap perjalanan Pantai Gading. Fox Sports menyebut Les Elephants sebagai salah satu tim yang berpotensi menjadi “kuda hitam” di fase gugur berkat keseimbangan permainan antara lini tengah dan serangan.

Sementara The Guardian menilai keberhasilan menembus babak gugur akhirnya menjadi jawaban atas penantian panjang negara yang selama bertahun-tahun dikenal memiliki banyak pemain bertalenta, tetapi selalu gagal mengonversinya menjadi prestasi di Piala Dunia.

Di kubu lawan, pelatih tertua dalam sejarah Piala Dunia, Dick Advocaat tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan Ombak Biru (julukan Curacao).

Juru taktik asal Belanda itu sebelumnya telah menegaskan bahwa hasil imbang melawan Ekuador membuktikan Curacao mampu menyulitkan siapa pun di grup ini.

Meski akhirnya tersingkir, ia memilih mengambil pengalaman berharga menghadapi tim-tim elit seperti Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading untuk menjadi fondasi penting bagi perkembangan sepak bola Curacao di masa depan. (ezaar/mt)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Perubahan Suhu dan Kebiasaan Mengejan di Kamar Mandi Bisa Picu Stroke, Ini Penjelasan Medisnya!

Perubahan suhu mendadak saat mandi dan kebiasaan mengejan berlebihan ternyata dapat memicu pecahnya pembuluh darah…

10 hours ago

Kasus Diabetes Anak Didominasi Genetik, Spesialis Gizi: Tetap Batasi Gula Demi Cegah Risiko Jangka Panjang

Peningkatan kasus diabetes pada anak di Indonesia disebabkan oleh semakin tingginya angka diagnosis dini serta…

11 hours ago

Mahasiswi FKH di Surabaya Melahirkan Bayi hingga Meninggal di Kos, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

Seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) salah satu universitas di Surabaya melahirkan secara mandiri di…

22 hours ago

DPP Partai Demokrat Tetapkan Nur Muhyidin Pimpin OC Musda VII Jatim yang Digelar Akhir Agustus

DPP Partai Demokrat menetapkan dan mengesahkan H. Nur Muhyidin (Kepala BPOKK DPD) sebagai Ketua Panitia…

22 hours ago

Ribuan Orang Gelar Aksi Damai Tolak LGBTQ di Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Tuntut Perlindungan Generasi

Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Umat Peduli Generasi (AUPG) Jawa Timur menggelar aksi damai…

23 hours ago

Disapa Malah Marah, Pria di Gundih Surabaya Sabet Tetangga dengan Mandau Hingga Terluka

Satu warga mengalami luka berat akibat disabet senjata tajam jenis mandau di kawasan Jalan Cepu,…

23 hours ago

This website uses cookies.