Presiden FIFA Gianni Infantino (duduk depan dua dari kanan) saat menonton salah satu pertandingan di Piala Dunia 2026. (Foto: Qatar Tribune)
METROTODAY, SAN FRANSISCO – Di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026 yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, satu sosok yang nyaris selalu muncul di tribun stadion adalah Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Kehadirannya yang berulang kali tertangkap kamera televisi membuat banyak penggemar bertanya-tanya, bagaimana mungkin ia bisa menghadiri begitu banyak pertandingan dalam waktu singkat, sementara jarak antarkota tuan rumah mencapai ribuan kilometer.
Menurut laporan ESPN, Infantino menjadi pemandangan yang nyaris konstan sepanjang pekan-pekan awal turnamen.
Presiden FIFA itu terlihat berpindah dari Meksiko ke Amerika Serikat, kemudian ke Kanada, sebelum kembali lagi ke berbagai kota penyelenggara lainnya.
Kehadirannya bahkan memunculkan berbagai teori di media sosial karena dianggap muncul di mana-mana selama kompetisi berlangsung.
Data yang dihimpun sejumlah media internasional menunjukkan mobilitas Infantino memang luar biasa.
Dalam tujuh hari pertama turnamen saja, ia tercatat hadir di sedikitnya 14 pertandingan yang berlangsung di kota-kota berbeda seperti Mexico City, Guadalajara, Los Angeles, San Fransisco, Vancouver, Kansas City, Houston, hingga Miami. Jarak antarkota tersebut mencapai ribuan kilometer serta melintasi empat zona waktu berbeda.
Kondisi tersebut sangat kontras dengan Piala Dunia 2022 yang dilaksanakan di Qatar. Saat itu, seluruh stadion berada dalam radius sekitar 75 kilometer saja. Sehingga, Infantino bahkan mampu menghadiri seluruh 64 pertandingan turnamen.
Namun pada edisi 2026, tantangannya jauh lebih berat karena turnamen digelar di 16 kota yang tersebar di tiga negara. Suatu rute perjalanan bahkan membentang hingga sekitar 4.500 kilometer, setara penerbangan lintas benua.
Media Inggris The Guardian mengungkapkan bahwa kunci mobilitas Infantino adalah penggunaan pesawat jet pribadi yang disediakan melalui kerja sama FIFA dengan Qatar Airways.
Fasilitas tersebut memungkinkan pria berkebangsaan Swiss-Italia itu menghadiri hingga dua pertandingan dalam satu hari.
Strategi itu pula yang membuatnya dapat berpindah cepat dari satu kota penyelenggara ke kota lainnya tanpa harus mengikuti jadwal penerbangan komersial.
Mobilitas ekstrem tersebut tidak luput dari kritik. Sejumlah kelompok lingkungan mempertanyakan jejak karbon yang dihasilkan dari perjalanan udara intensif selama turnamen berlangsung.
Channel News Asia melaporkan bahwa para aktivis lingkungan menyoroti frekuensi penerbangan Infantino yang dianggap bertentangan dengan berbagai kampanye keberlanjutan yang selama ini dikampanyekan FIFA.
Meski demikian, Infantino tampaknya tidak terlalu terganggu dengan sorotan tersebut. Dalam pernyataan resminya kepada FIFA pada pertengahan Juni, ia menegaskan bahwa dirinya ingin hadir langsung di sebanyak mungkin pertandingan karena menilai Piala Dunia 2026 telah melampaui ekspektasi.
Saat itu ia mengungkapkan telah menghadiri lima pertandingan di lima stadion berbeda yang tersebar di tiga negara tuan rumah dan menyebut atmosfer turnaen sebagai sesuatu yang sangat sukses serta melampaui harapan.
Keinginan Infantino untuk menyaksikan sebanyak mungkin pertandingan sebenarnya bukanlah hal baru. Beberapa laporan media Amerika dan Eropa menyebut Presiden FIFA tersebut memang memiliki target pribadi untuk hadir di dua pertandingan setiap hari selama memungkinkan.
Ambisi itu membuatnya terus bergerak dari satu kota ke kota lain, menjadikan dirinya “pelancong tersibuk” selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
Dengan masih banyak pertandingan tersisa hingga final pada 19 Juli mendatang, bukan tidak mungkin jumlah laga yang dihadiri Infantino akan terus bertambah.
Jika tren ini berlanjut, sang Presiden FIFA berpeluang mencatat salah satu tur stadion paling ambisisus dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. (ezaar/mt)
enyerang sayap Belgia dan Manchester City, Jeremy Doku, menjadi pusat perdebatan panas di tengah Piala…
Di antara deretan kota tuan rumah Piala Dunia 2026, Kansas City mungkin bukan nama yang…
Sidang gugatan pembongkaran tembok pembatas antara Perumahan Mutiara Regency dan Mutiara City di Desa Banjarbendo,…
Publik sepak bola Indonesia kembali mendapat suguhan laga internasional bergengsi. Klub Liga Inggris, Aston Villa,…
Drama tingkat tinggi tersaji di Levi’s Stadium saat Aljazair sukses memperpanjang napas mereka di Piala…
Timnas Norwegia memastikan langkah ke fase gugur Piala Dunia 2026 setelah sukses menjinakkan Senegal dengan…
This website uses cookies.