Categories: Fair Play

Disaksikan Langsung oleh Raja Willem, Gakpo Gacor Pakai Mode Timnas

METROTODAY, HOUSTON – Timnas Belanda sukses menjawab keraguan publik dengan cara yang sangat meyakinkan. Setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026, pasukan Ronald Koeman bangkit dan melumat Swedia dengan skor telak 5-1 di Houston, Sabtu (20/6) waktu setempat.

Kemenangan ini sekaligus mengangkat De Oranje ke papan atas klasemen grup dan membuka lebar jalan menuju fase gugur.

Pertandingan praktis ditentukan sejak babak pertama. Brian Brobbey tampil bak mesin penghancur dengan dua gol cepat pada menit kelima dan ke-17. Dominasi Belanda berlanjut selepas jeda ketika Cody Gakpo mencetak dua gol dalam rentang tujuh menit, masing-masing pada menit ke-47 dan 54.

Swedia sempat memperkecil ketertinggalan melalui Anthony Elanga, tetapi Crysencio Summerville menutup pesta gol Belanda menjelang akhir laga. Uniknya, pemain West Ham tersebut merayakan gol dengan gestur ikonik “night-night” milik megabintang NBA Stephen Curry.

Pada laga tadi malam, duet maut Swedia, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres, justru mati kutu akibat minimnya pasokan bola dari sektor tengah yang kalah kelas dari kreativitas Frenkie de Jong dan Tijjani Reijnders.

Menurut laporan ekslusif dari Al Jazeera, skor akhir 5-1 tentu mengembalikan kepercayaan diri anak asuh Ronald Koeman di turnamen yang diselenggarakan di Amerika Utara, serta membuktikan bahwa skema ofensif telah kembali dalam wujud terbaiknya sejak menit pertama peluit dibunyikan.

Salah satu cerita titik balik dari pertandingan ini adalah performa Cody Gakpo. Penyerang yang dalam semusim terakhir kerap mendapat kritik karena penampilan inkosistennya di level klub justru kembali menunjukkan wajah berbeda saat mengenakan seragam tim nasional.

Dua gol dan satu asis yang lahir dari kakinya membuat media-media Eropa, seperti Euronews dan El Pais, menyoroti fenomena Gakpo versi timnas yang sering kali lebih tajam dan percaya diri dibanding ketika membela klubnya.

Keputusan Ronald Koeman memainkan Brobbey sebagai ujung tembak utama juga menjadi bahan pembicaraan. Setelah dikritik akibat sejumlah keputusan yang dianggap blunder saat ditahan Jepang, pelatih Belanda itu kali ini mendapat pujian karena perubahan strateginya berjalan sempurna.

Kehadiran Brobbey memberikan titik fokus serangan yang selama ini dianggap kurang dimiliki Belanda, sementara Gakpo dan Denzel Dumfries leluas mengeksploitas sisi sayap untuk peluang.

Dari kubu Swedia, kekalahan ini terasa “nyelekit” mengingat mereka datang ke pertandingan dengan modal kemenangan 5-1 atas Tunisia.

Pelatih Graham Potter mengakui timnya kalah kualitas dan gagal mengatasi permainan agresif Belanda di area sayap.

Potter juga memilih mengambil pengalaman menghadapi salah satu kandidat kuat juara menjadi pelajaran penting bagi skuad Swedia yang kini berada di ujung tanduk dalam perebutan tiket lolos grup.

Di luar lapangan, berbagai kisah mewarnai pertandingan sebagaimana diwartakan oleh Associated Press, mulai dari aksi Oranje Fanwalk massal sejauh 4 kilometer oleh puluhan ribu supporter dari Rice Universety hingga kehadiran tamu agung di tribun VIP.

Laga yang dipadati 68.777 penonton tersebut disaksikan langsung oleh Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda yang duduk berdampingan dengan kru astronit dari misi luar angkasa Artemis II.

Kekalahan telak Blagult (julukan Swedia) menjadi kehancuran terbesar Swedia di ajang Piala Dunia sejak mereka digilas Brasil 1-7 pada tahun 1950 silam.

Jika sebelumnya Oranje meninggalkan lapangan dengan wajah murah setelah gagal menaklukkan Jepang, kali ini mereka pulang dengan wajah bangga karena menang besar sembari disaksikan sang raja di stadion. (ezaar/mt)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Perubahan Suhu dan Kebiasaan Mengejan di Kamar Mandi Bisa Picu Stroke, Ini Penjelasan Medisnya!

Perubahan suhu mendadak saat mandi dan kebiasaan mengejan berlebihan ternyata dapat memicu pecahnya pembuluh darah…

6 hours ago

Kasus Diabetes Anak Didominasi Genetik, Spesialis Gizi: Tetap Batasi Gula Demi Cegah Risiko Jangka Panjang

Peningkatan kasus diabetes pada anak di Indonesia disebabkan oleh semakin tingginya angka diagnosis dini serta…

7 hours ago

Mahasiswi FKH di Surabaya Melahirkan Bayi hingga Meninggal di Kos, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

Seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) salah satu universitas di Surabaya melahirkan secara mandiri di…

18 hours ago

DPP Partai Demokrat Tetapkan Nur Muhyidin Pimpin OC Musda VII Jatim yang Digelar Akhir Agustus

DPP Partai Demokrat menetapkan dan mengesahkan H. Nur Muhyidin (Kepala BPOKK DPD) sebagai Ketua Panitia…

18 hours ago

Ribuan Orang Gelar Aksi Damai Tolak LGBTQ di Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Tuntut Perlindungan Generasi

Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Umat Peduli Generasi (AUPG) Jawa Timur menggelar aksi damai…

18 hours ago

Disapa Malah Marah, Pria di Gundih Surabaya Sabet Tetangga dengan Mandau Hingga Terluka

Satu warga mengalami luka berat akibat disabet senjata tajam jenis mandau di kawasan Jalan Cepu,…

18 hours ago

This website uses cookies.