Categories: Fair Play

Bukan Sembarang Aksesoris! Mengenal Legacy Patch di Jersey Piala Dunia 2026 dan Makna di Baliknya

METROTODAY, NEW YORK – Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak inovasi baru, bukan hanya dari format 48 peserta, tetapi juga dari tampilan jersey para pemain.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah kemunculan Legacy Patch, sebuah badge khusus yang dikenakan sejumlah pemain legendaris di lengan kanan seragam mereka.

Badge tersebut pertama kali terlihat saat pertandingan pembuka sejumlah tim besar, termasuk Argentina, Portugal, Kroasia, Jepang, dan Jerman.

FIFA memperkenalkan Legacy Patch sebagai bentuk penghormatan kepada para pemain yang telah membangun warisan besar dalam sejarah Piala Dunia.

Dikabarkan oleh Footy Headlines, badge tersebut ditempatkan tepat di bawah logo resmi Piala Dunia 2026 dan menampilkan siluet pemain berwarna emas dengan tulisan LEGACY.

Penghargaan ini diberikan kepada pemain yang telah mengikuti lima edisi Piala Dunia atau lebih sepanjang kariernya.

Sejumlah nama besar yang diketahui mengenakan badge tersebut adalah Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Luka Modric, Manuel Neuer, dan Yuto Nagatomo.

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang juga mengenakan badge Legacy karena kepesertaan keenam kalinya di Piala Dunia. (Foto: Instagram)

Mereka merupakan bagian dari kelompok eksklusif pemain yang telah tampil di lima atau lebih turnamen Piala Dunia. FIFA menyebut badge tersebut sebagai simbol penghargaan kontribusi jangka panjang mereka terhadap sejarah dan perkembangan kompetisi terbesar sepak bola dunia.

Nama lain yang sempat menjadi perbincangan adalah Guillermo Ochoa. Kiper Meksiko itu sebenarnya masuk dalam daftar pemain yang memenuhi syarat karena tergabung dalam skuad Piala Dunia keenamnya.

Namun saat laga pembuka Meksiko kontra Afrika Selatan, Ochoa tidak terlihat mengenakan Legacy Patch karena tidak dimainkan Javier Aguirre. Sejumlah media menyebut badge tersebut hanya dipasang pada jersey pemain yang benar-benar turun ke lapangan.

Kehadiran Legacy Patch juga menjadi bagian dari program identitas visual baru FIFA di Piala Dunia 2026.

Selain badge Legacy, FIFA turut memperkenalkan badge khusus untuk debutan Piala Dunia (badge terbanyak), pemenang Golden Boot (top skor), pemenang Golden Glove (kiper terbaik), hingga pemain yang pernah meraih Ballon d’Or.

Dilansir dari sumber Chosun, langkah ini disebut terinspirasi dari budaya olahraga Amerika Utara yang selalu memberikan penanda khusus atas pencapaian individu seorang atlet.

Di media sosial, Reddit misalnya, kemunculan badge tersebut memicu beragam reaksi. Sebagian penggemar menyukai konsep penghormatan terhadap legenda sepak bola, sementara tak sedikit juga yang menilai terlalu banyak emblem membuat jersey Piala Dunia tampak ramai.

Bagi Messi, Ronaldo, Modric, Neuer, Nagatomo, dan Ochoa, emblem kecil tersebut mungkin hanya sebatas sepotong kain di lengan jersey.

Namun bagi sejarah sepak bola, itu adalah pengingat bahwa mereka bukan sekadar peserta Piala Dunia, melainkan sosok yang telah meninggalkan jejak lintas generasi. (ezaar/mt)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Digelar di Bali, Surabaya Dijanjikan Tuan Rumah Tahun Depan

Kota Surabaya menjadi tuan rumah konferensi pers babak semifinal dan final Piala Presiden 2026 yang…

10 hours ago

Bunga Mekar di Atas Awan, Ronie Parero Angkat Filosofi Kebebasan Bermimpi di IFW 2026

Desainer asal Jawa Timur, Ronie Parero turut meramaikan gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang…

11 hours ago

Bupati Subandi Pimpin Razia Serentak, Ribuan Botol Miras Disita di Sidoarjo

Razia serentak yang digelar bersama Forkopimda dan Forkopimka di 18 kecamatan, Sabtu (1/8) malam, membuahkan…

14 hours ago

KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Laut Sumenep, 231 Selamat, 5 Meninggal, Korban Dievakuasi ke Surabaya, Lombok dan Sumenep

Proses penyelamatan penumpang dan awak kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Sumenep,…

15 hours ago

Budaya Indonesia Menjangkau Hati Berbeda Bangsa dalam Indonesia Day on the Creek 2026(2)

Indonesia Day on the Creek bukan sekadar festival, tetapi ruang untuk membangun hubungan melalui budaya.

15 hours ago

Suara Reog Mengubah Langit Maryland saat Indonesia Day on the Creek 2026 (1)

Untuk pertama kalinya, suara gamelan, denting angklung, dan hentakan musik Reog Ponorogo menggema sepanjang hari…

15 hours ago

This website uses cookies.