Ia merasa bertanggung jawab karena gagal mengendalikan perilaku para jurnalis yang mengikuti tim dalam lawatan ke Meksiko.
Meski tidak sampai menimbulkan perpecahan di ruang ganti, insiden ini tentu menciptakan keretakan nyata antara kalangan media, basis pendukung tim nasional, dan internal tim nasional.
Banyak suporter menilai Son Heung-min layak mendapatkan penghargaan lebih besar atas kontribusinya bagi sepak bola Korea Selatan.
Sementara sejumlah jurnalis menilai kritik terhadap pemain tetap merupakan bagian dari tugas media. Perdebatan itu diperkirakan masih akan terus berlanjut selama Korea Selatan berpetualang di Piala Dunia 2026. (ezaar/mt)
Kebun Raya Mangrove Surabaya kini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar destinasi wisata edukasi.
Video yang beredar di media sosial menuding seorang anak berusia lima tahun ditelantarkan dan dieksploitasi…
Ribuan pesilat menggelar aksi damai menuntut penindakan pelaku penganiayaan anggotanya oleh kelompok penagih utang atau…
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian Laporan Hasil…
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengamankan…
Sebanyak sepuluh ribu anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) direncanakan menggelar aksi damai di Kota…
This website uses cookies.