Categories: Fair Play

Belgia Lupa Bawa Striker, Bocah La Masia Mesir Mencuri Panggung

Hanya beberapa detik setelah masuk lapangan, kehadiran pencetak gol terbanyak timnas Belgia itu langsung menciptakan huru-hara di lini belakang Mesir. Sebuah umpan silang berbahaya yang mengarah kepadanya justru dibelokkan Mohamed Hany ke gawang sendiri sehingga skor berubah menjadi imbang 1-1.

Kehadiran Lukaku memperlihatkan betapa penting perannya bagi Belgia. Setelah bermain false nine selama lebih dari satu jam, Belgia langsung terlihat lebih berbahaya dengan adanya penyerang berpostur besar tersebut. Bahkan, Lukaku nyaris menjadi pahlawan remontada andai sundulannya pada menit ke-88 tidak melenceng tipis dari sasaran.

Dari kubu Mesir, perhatian publik tertuju kepada Hamza Abdelkarim. Penyerang muda berusia 18 tahun itu sedang menimba ilmu di La Masia Barcelona. Ia menjalani debut Piala Dunia setelah masuk menggantikan Mohamed Salah di babak kedua.

Hamza menjadi pemain Mesir termuda yang pernah tampil di Piala Dunia, bahkan disebut sebagai salah satu prospek muda menjanjikan dalam generasi baru sepak bola negeri Firaun tersebut.

Nama Hamza memang tengah naik daun dalam beberapa bulan terakhir. Produk akademi Al Ahly tersebut direkrut Barcelona Athletic pada awal 2006 setelah tampil luar biasa bersama timnas Mesir U-17.

Dilansir dari Barca Blaugranes, Pelatih Mesir Hossam Hassan juga berani menyebut Abdelkarim sebagai pemain yang akan mengejutkan banyak penggemar berkat kualitas teknik dan kematangan yang melampaui usianya.

Usai pertandingan, pelatih Rudi Garcia mengakui timnya kesulitan menembus pertahanan Mesir sebelum masuknya Lukaku. Menurut Garcia, kehadiran sang striker mengubah dinamika pertandingan dan membuktikan bahwa Belgia masih membutuhkan sosok senior yang tajam untuk bersaing di turnamen ini.

Di sisi lain, pelatih Mesir Hossam Hassan justru merasa timnya lebih dekat dengan kemenangan. Ia memuji keberanian para pemain menghadapi tim unggulan grup.

Hassan menegaskan bahwa generasi baru yang dipimpin Omar Marmoush dan Hamza Abdelkarim memiliki potensi besar di banyak turnamen internasional yang akan datang. (ezaar/mt)

Page: 1 2

Jay Wijayanto

Recent Posts

Menag Nasaruddin: 400 Imam Besar Dunia Bakal Hadiri IGIC, Jadikan Indonesia Pusat Perdamaian Dunia

Ribuan orang dari unsur pemerintah, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan memadati Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu…

22 hours ago

Uji Coba Perlinsos Digital di Surabaya, Data Terintegrasi 8 Kementerian, Eliminasi Penerima Bansos Tak Berhak Capai 25 Persen

Uji coba perlindungan sosial (perlinsos) digital, Perlinsos Digital di Surabaya menjadi bagian dari cetak biru…

1 day ago

KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, 250 Penumpang Dievakuasi, 40 Orang Masih Menunggu Penyelamatan

Proses penyelamatan penumpang kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Sumenep, Laut Jawa,…

1 day ago

Lewat Zine Spatial Spiritual, Rusydan Hadid Baca Realitas Pesisir Kenjeran Surabaya Melalui Sastra

Memahami realitas sosial tidak selalu harus dimulai dari penelitian lapangan. Bagi Rusydan Hadid, karya sastra…

1 day ago

Libas Port FC 2-1, Persebaya Melaju ke Semifinal Piala Presiden 2026 Hadapi Arema FC

Persebaya Surabaya menutup perjalanan fase Grup B Piala Presiden 2026 dengan catatan sempurna. Bajol Ijo…

2 days ago

Tegas! Bupati Subandi Tutup 3 Toko Miras yang Langgar Aturan

Bupati Sidoarjo Subandi menindak tegas tempat penjualan minuman keras (miras) yang menyalahi ketentuan. Jumat (31/7/2026)…

3 days ago

This website uses cookies.