Categories: Fair Play

Belanda Buang Keunggulan, Jepang Tahan 2-2 di Tengah Kontroversi Perubahan Taktik Ronald Koeman

METROTODAY, ARLINGTON – Belanda gagal mengamankan tiga poin pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang Jepang 2-2 dalam pertandingan yang berlangsung sengit di AT & T Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Minggu (14/6/2026).

Berdasar laporan FIFA, pertandingan yang berlangsung di kawasan metropolitan Dallas-Fort Worth tersebut dihadiri sebanyak 69.285 penonton.

Ini menciptakan atmosfer meriah baik dari tribun suporter de Oranje maupun fans Samurai Biru.

Pertandingan sempat berjalan dengan tempo lambat selama 45 menit pertama. Kedua tim bermain dengan hati-hati sepanjang babak pertama.

Belanda lebih dominan dalam penguasaan bola melalui Frenkie de Jong dan Ryan Gravenberch. Sementara Jepang memilih menunggu kesempatan melalui serangan balik cepat yang menjadi ciri khas tim asuhan Hajime Moriyasu.

Kedua tim minim peluang dan skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Kebuntuan akhirnya pecah enam menit setelah jeda. Berawal dari umpan Ryan Gravenberch, kapten Belanda, Virgil van Dijk, lepas dari pengawalan dan menyundul bola ke gawang Zion Suzuki untuk membawa Oranje unggul 1-0.

Gol tersebut seolah membuat Belanda di atas angin dan mengambil alih kendali jalannya pertandingan.

Namun keunggulan Belanda hanya bertahan enam menit. Jepang merespons melalui Keito Nakamura yang menerima umpan Takefusa Kubo sebelum melepaskan tembakan rendah yang memantul usai mengenai Jan Paul Van Hecke.

Gol tersebut membuat Jepang kembali percaya diri dan menghidupkan atmosfer riuh di tribun yang didominasi warna oranye dan biru.

Belanda kembali unggul pada menit ke-64 melalui aksi individu Crysencio Summerville.

Winger West Ham United itu menusuk dari sisi kanan sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang bersarang di sudut gawang Jepang.

The Sun menyebut, gol ala  Arjen Robben tersebut sempat diyakini akan menjadi penentu kemenangan Belanda.

Namun, Jepang kembali menunjukkan karakter pejuang yang selama beberapa tahun terakhir membuat mereka disegani di level dunia.

Ketika tertinggal untuk kedua kalinya, Moriyasu memasukkan seluruh lima jatah pemain pengganti sekaligus untuk meningkatkan intensitas serangan.

Strategi itu berhasil. Pada dua menit terakhir waktu normal, sepak pojok Junya Ito disambut sundulan Koki Ogawa yang kemudian mengarah ke Daichi Kamada sebelum mengecoh Bart Verbruggen dan masuk ke gawang Belanda.

Gol tersebut memastikan Jepang pulang dengan satu poin berharga.

Selain menghasilkan empat gol, pertandingan ini menghasilkan sejumlah hal menarik.

Pertama, Jepang kembali mempertontonkan kemampuan mereka bangkit dari ketertinggalan saat menghadapi negara besar.

Setelah mengalahkan Jerman dan Spanyol pada Piala Dunia 2022, Samurai Biru kini berhasil mencuri poin dari Negeri Kincir Angin.

Di sisi lain, hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Belanda di fase grup Piala Dunia menjadi 17 pertandingan.

Perubahan Taktik yang Jadi Sorotan

Meski demikian, sorotan terbesar pascalaga justru mengarah kepada pelatih Belanda, Ronald Koeman.

Saat sudah unggul 2-1, Koeman melakukan serangkaian pergantian pemain dan mengubah taktik tim menjadi “parkir bus”.

Ia menarik beberapa pemain ofensif, memasukkan Nathan Ake sebagai bek tengah tambahan, serta menggeser Belanda ke sistem yang lebih defensif demi mengamankan keunggulan.

Keputusan tersebut memicu perdebatan di media Belanda. Kelompok yang mengkritik Koeman menilai perubahan terlalu besar dilakukan ketika tim sedang memegang kendali permainan.

Setelah perubahan taktik itu, Jepang justru mendominasi penguasaan bola dan semakin sering menekan mendekat ke area pertahanan Oranje.

Tak sedikit pengamat menilai Belanda kehilangan keseimbangan dan gagal mempertahankan intensitas yang mereka tunjukkan sepanjang 20 menit awal babak kedua.

Sebaliknya, ada pula pihak yang membela Koeman. Sejumlah analis berpendapat bahwa pergantian pemain dan sistem defensif merupakan langkah yang masuk akal mengingat padatnya jadwal Piala Dunia dan kebutuhan menjaga kondisi fisik skuad.

Mereka menilai masalah utama bukan pada pergantian pemain, melainkan kegagalan para pemain Belanda mempertahankan konsentrasi ketika meladeni tekanan tinggi Jepang pada menit-menit akhir.

Di wawancaranya bersama media pascalaga, Koeman menolak anggapan bahwa taktiknya menjadi penyebab utama sirnanya kemenangan.

Pelatih berusia 63 tahun itu menegaskan bahwa Belanda seharusnya mampu bertahan lebih baik dan mengunci kemenangan lebih awal ketika memiliki sejumlah peluang emas yang terbuang.

Dilansir dari Reuters, Koeman juga mengingatkan kecenderungan sebagian media lokal Belanda yang masih menganggap remeh kualitas Jepang.

Di kubu Samurai Biru, Moriyasu memuji mental para pemain yang mampu dua kali bangkit dari ketertinggalan.

Meski Jepang tampil tanpa gelandang jangkar Wataru Endo yang memutuskan pensiun karena dibekap cedera.

Moriyasu juga mengaku semakin percaya diri menghadapi Tunisia pada pertandingan berikutnya. (Ezaar/MT)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Jerman Kasih Paham Anak Baru, Curacao Dibantai 7-1 pada Laga Perdana Piala Dunia 2026

Timnas Jerman mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 7-1 atas debutan Curacao…

3 hours ago

Australia Balikkan Prediksi, Hajar Turki 2-0 pada Laga Perdana Piala Dunia 2026

Timnas Australia sukses mengejutkan Turki pada laga Grup D di Piala Dunia 2026. Bermain di…

4 hours ago

Gol Tunggal Mcginn Antar Skotlandia Akhiri Penantian 36 Tahun di Piala Dunia

Timnas Skotlandia memulai safarinya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Haiti pada…

4 hours ago

Jemaah Haji Asal Surabaya Wafat Usai Tiba di Bandara Juanda, Jemaah Meninggal Bertambah 75 Orang di Jatim

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam mengatakan, jemaah tersebut tiba-tiba…

5 hours ago

Maroko Imbangi Brasil, Bouaddi Curi Perhatian di Panggung Piala Dunia 2026

Brasil harus puas mengawali perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang. Menghadapi Maroko, Selecao…

18 hours ago

163 Jukir di Surabaya Diberhentikan, Dishub: Penertiban demi Transparansi dan Peningkatan PAD

Sebanyak 163 juru parkir (jukir) Tepi Jalan Umum (TJU) di berbagai titik diberhentikan oleh Dinas…

18 hours ago

This website uses cookies.