Pemain Persebaya Surabaya berusaha melewati pemain Madura United dalam laga di Stadion GBT Surabaya yang berakhir dengan skor 1-2 untuk tim tamu. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Persebaya Surabaya harus menelan pil pahit setelah dipermalukan oleh tamunya, Madura United, dengan skor 1-2 dalam laga Derby Suramadu pada pekan ke-28 BRI Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat malam (17/4).
Kekalahan ini membuat Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter Bonek dan Bonita.
Usai laga, Tavares mengakui kekecewaannya atas hasil yang tidak sesuai harapan. Meski timnya sudah bermain habis-habisan dan didukung penuh oleh ribuan Bonek Bonita yang memadati tribun, tiga poin di kandang sendiri gagal diraih.
“Maaf untuk Bonek Bonita, saya tahu mereka ingin tiga poin. Kami juga ingin tiga poin. Mereka menciptakan atmosfer yang fantastis untuk mencoba memberi energi ekstra. Terima kasih kepada mereka,” ujar Tavares usai laga.
Pelatih asal Portugal ini menilai pertandingan berjalan cukup ketat dengan peluang yang didapat kedua belah pihak. Namun, efektivitas serangan Madura United menjadi kunci kemenangan mereka. Dari dua tembakan tepat sasaran, Laskar Sape Kerrap berhasil mencetak dua gol.
“Saya pikir ini adalah pertandingan yang bagus dengan peluang bagi kedua belah pihak. Madura punya dua tembakan ke gawang, mencetak dua gol. Pertama kali mereka melewati garis tengah, mereka mencetak gol dari lemparan ke dalam, dan kami membiarkan Lulinha untuk menembak, dan 1-0. Setelah itu, mereka melakukan satu kombinasi di sisi kiri kami dan menembak dari luar kotak penalti,” jelasnya.
Tavares juga menyinggung momen kontroversial pada gol kedua Madura United. Menurutnya, ada kejanggalan dalam prosedur masuknya pemain pengganti lawan yang seolah terjadi lebih cepat dari seharusnya saat Persebaya sedang menguasai bola.
“Di babak kedua, saya pikir ada situasi yang perlu kami perbaiki. Ada situasi di mana Lulinha berada di luar, kami membawa bola, kami tidak melihat indikasi apa pun dari wasit bahwa dia boleh masuk, tapi dia datang dari luar, mengambil bola, dan mencetak gol kedua. Ini menurut pendapat saya tidak boleh terjadi seperti ini,” tegasnya.
Meski begitu, Tavares memuji mentalitas anak asuhnya yang tidak menyerah. Ia mengakui bahwa terkadang sepak bola memang tidak berpihak, meski usaha sudah dilakukan maksimal.
“Terkadang kami tidak beruntung karena di dalam kotak penalti tembakan diblok bek, atau kaki, banyak situasi. Mereka punya dua tembakan, mereka cetak dua gol. Terkadang sepak bola seperti itu,” imbuhnya.
Secara teknis, laga berjalan dengan Persebaya yang lebih banyak menguasai bola. Namun, Madura United mampu mencuri keunggulan lebih dulu di menit ke-12 melalui tendangan keras Lulinha. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Madura United kembali mencetak gol pada menit 65 untuk menjadikan skor 2-0. Tertinggal dua gol, Persebaya melakukan serangan gencar. Berkat usaha keras, gol penghibur baru tercipta pada menit ke-79 melalui kaki Riyan Ardiansyah.
Meski sempat menekan habis-habisan hingga masa tambahan waktu 8 menit berakhir, gol penyama kedudukan tak kunjung tercipta. Skor 1-2 untuk keunggulan Madura United bertahan hingga peluit panjang berbunyi. (ahm)
Dua bocah balita berusia dua dan tiga tahun sempat mengalami mencekam setelah terkunci di dalam…
Berbagai langkah antisipatif kesehatan lingkungan asrama haji Surabaya menjelang kedatangan jemaah haji 21 April mendatang.…
Timnas Indonesia U-17 akan melakoni laga penentuan melawan Vietnam pada penyisihan Grup A ASEAN U-17…
Calon jamaah haji (CJH) yang berangkat melalui Embarkasi Surabaya akan mendapatkan layanan konsumsi sebanyak tiga…
Pemkot Surabaya mengambil langkah strategis untuk memperkuat implementasi Program Kampung Pancasila dengan menempatkan Aparatur Sipil…
Benar benar tidak beruntung. Tampil di depan ribuan Bonek Mania di Stadion Gelora Bung Tomo…
This website uses cookies.