METROTODAY, SURABAYA – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang biasanya menjadi momok bagi tim tamu, Sabtu (14/2) malam, menjadi panggung bagi kecerdikan taktik Paul Munster. Bhayangkara Presisi Lampung FC berhasil mencuri poin penuh setelah membungkam tuan rumah Persebaya Surabaya dengan skor 2-1 dalam lanjutan laga Super League pekan ke-21.
Kemenangan ini bukan sekadar keberuntungan bagi tim tamu. Sejak peluit awal ditiup wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, Bhayangkara menunjukkan disiplin posisi yang luar biasa dalam meredam agresivitas Bajol Ijo.
Persebaya sebenarnya mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Baru dua menit laga berjalan, Gali Freitas hampir saja menggetarkan jala gawang lawan. Namun kesigapan Aqil Savik di bawah mistar Bhayangkara menjadi tembok awal yang sulit ditembus.
Alih-alih tertekan, Bhayangkara justru bermain dengan kepala dingin. Tim asuhan Paul Munster ini menunggu momentum yang tepat untuk memukul balik.
Momentum itu hadir di menit ke-26. Berawal dari pergerakan Moussa Sidibe di sisi sayap, sebuah umpan melengkung presisi berhasil disambut dengan sundulan mematikan oleh Bernard Henry. Skor 1-0 untuk tim tamu.
Petaka bagi Persebaya kembali hadir di penghujung babak pertama. Moussa Sidibe yang menjadi aktor intelektual gol pertama, kini mencatatkan namanya sendiri di papan skor.
Lolos dari jebakan offside, Sidibe yang menerima umpan terobosan Ryo Matsumura dengan tenang mengecoh Andhika Ramadhani sebelum menceploskan bola. Bhayangkara menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol.
Memasuki babak kedua, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mencoba meningkatkan intensitas. Tekanan demi tekanan dilancarkan melalui motor serangan Milos Raickovic dan Gali Freitas.
Harapan bagi publik GBT sempat membuncah pada menit ke-64. Mihailo Perovic sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 lewat tendangan melengkung setelah menerima umpan dari Gali Freitas.
Namun, pertahanan berlapis yang digalang Slavko Damjanovic dan kolega membuat serangan Persebaya di sisa waktu seolah membentur tembok. Hingga laga berakhir, skor 2-1 tetap bertahan untuk tim tamu.
Hasil ini membawa Bhayangkara merangkak naik ke peringkat kedelapan dengan 29 poin, sementara Persebaya tertahan di posisi kelima dengan koleksi 35 poin.
Usai laga, Paul Munster mengungkapkan bahwa kunci kemenangan timnya adalah pemahaman mendalam terhadap karakter permainan Persebaya.
“Kami tahu bermain di GBT dengan dukungan Bonek dan Bonita akan sangat sulit. Tapi kami punya strategi 100 persen untuk pertandingan ini. Saya melakukan penyesuaian taktis secara situasional karena kami tahu Persebaya pasti akan habis-habisan mengejar gol di babak kedua,” ujar pelatih asal Irlandia Utara tersebut.
Senada dengan sang pelatih, bek Bhayangkara Frengky Missa mengakui kedisiplinan menjadi kunci utama. “Kami menjalankan instruksi coach Paul dengan baik. Kami tahu apa kekuatan lawan dan berhasil meredamnya,” ungkapnya.
Perjuangan kedua tim akan berlanjut pekan depan. Bhayangkara dijadwalkan melakoni laga tandang ke Stadion Brawijaya melawan Persik Kediri pada Jumat (20/2). Sementara Persebaya harus melawat ke markas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Sabtu (21/2). (MT)
Susunan Pemain:
Persebaya (4-3-3): Andhika Ramadhani; Risto Mitrevski, Francisco Rivera, Bruno Moreira (C), Mihailo Perovic, Jefferson Junio, Gali Freitas, Koko Ari, Rachmat Irianto, Toni Firmansyah, Milos Raickovic.
Bhayangkara (4-3-3): Aqil Savik; Putu Gede, Nehar Sadiki, Moises Wolschick (C), Ryo Matsumura, Bernard Henry, Slavko Damjanovic, Moussa Sidibe, T.M. Ichsan, Privat Mbarga, Frengky Missa.

