Pemain Barcelona Lamine Yamal (kiri) dan Ferran Torres merayakan gol kedua yang dicetak Yamal ke gawang Real Madrid dalam EL Clasico di Estadi Olympic Lluis Companys, Barcelona, Minggu (11/5). (LaBlaugrana)
METROTODAY, BARCELONA – Barcelona makin dekat pada gelar juara LaLiga 2024-2025. Kemenangan atas rival bebuyutannya Real Madrid dalam El Clasico Minggu malam (11/5) membuat Barca kian jauh meninggalkan pesaing terdekatnya itu.
Barcelona kian menunjukkan hegemoni atas Real Madrid pada musim 2024-2025. Hal itu setelah Barcelona menang dalam empat pertemuan versus Real di semua ajang musim ini.
Dua kali kemenangan di LaLiga. Sekali di final Copa del Rey. Serta sekali pada final Piala Super Spanyol.
Yang terbaru Barca menang 4-3 atas Real di Estadi Olympic Lluis Companys, Barcelona, yang berlangsung Minggu (11/5). Laga pada pekan ke-35 LaLiga itu sejatinya berpotensi dikuasai sang tamu.
Dalam laga tersebut Barcelona tertinggal 0-2 lebih dulu dengan dua gol Kylian Mbappe lewat penalti pada menit kelima dan 14. Akan tetapi, Blaugrana bisa bangkit dengan berbalik unggul 4-2 sebelum turun minum dengan gol-gol dari Eric Garcia, Lamine Yamal, dan dua gol Raphinha.
Los Blancos-julukan Real, memperkecil ketinggalan dengan hat-trick Mbappe pada menit ke-70. Kendati Mbappe tampil gemilang dengan mencetak tiga gol, Madrid tetap kalah 3-4 dari Barcelona.
Kemenangan atas Madrid dalam El Clasico tersebut mendekatkan Barcelona dengan gelar juara La Liga musim ini. Barcelona kini mengemas 82 poin dari 35 pertandingan, unggul tujuh angka atas Madrid.
‘’Sebuah kemenangan penting lagi hari ini yang membawa kami kian dekat pada gelar liga. Semua berjalan lancer dan kami semua senang,’’ beber Lamine Yamal pada Movistar.
Baik Madrid maupun Barcelona kini sama-sama memiliki tiga pertandingan tersisa. Barcelona hanya membutuhkan satu kemenangan lagi guna mengunci gelar juara LaLiga musim ini.
Menang namun masih menyisakan banyak PR di pertahanan membuat pelatih Barca Hansi Flick tak terlalu semringah. Menurutnya, kebobolan tiga gol menunjukkan timnya amat rapuh.
‘’Bagi saya tak selalu menyenangkan, saya juga telah banyak menderita,’’ tutur Flick merujuk pada banyaknya kesalahan yang dibuat para pemainnya di lini belakang.
Gelar juara LaLiga bisa jadi yang kedua bagi Barcelona pada musim ini setelah Copa del Rey. Tim asuhan Hansi Flick ini gagal meraih treble setelah tersingkir dari Liga Champions usai kalah dari Inter Milan di semifinal.
Sementara bagi El Real, pasukan Carlo Ancelotti ini terancam tanpa gelar apabila kembali gagal juara La Liga. Sebelumnya Madrid gagal juara Copa del Rey setelah dikalahkan Barcelona pada laga final.
Dalam perebutan gelar juara Liga Champions, klub ibu kota ini juga tidak bisa mempertahankan mahkota juara setelah disingkirkan Arsenal pada babak perempat final. (*)
KLASEMEN SEMENTARA LALIGA (5 Besar)
Pemkot Surabaya berencana melanjutkan peningkatan kualitas jalan di sejumlah titik yang berpotensi mengalami genangan saat…
Puluhan ibu rumah tangga (emak-emak) di Surabaya menjadi korban dugaan penipuan jual beli sembako fiktif.…
Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…
Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…
Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…
Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…
This website uses cookies.