Categories: Fair Play

Usai Libur Lebaran, Persebaya Sprint di 7 Pertandingan Terakhir Raih Posisi Terbaik

METROTODAY, SURABAYA – Persebaya Surabaya fokus mematangkan aspek fisik dan taktik menjelang pertandingan penting BRI Liga 1 pekan ke-28 melawan tuan rumah Persija Jakarta di Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (12/4).

Ini adalah pertandingan pertama bagi tim kebanggaan arek arek Suroboyo ini setelah jeda libur lebaran. Persebaya kali terakhir berlaga pada matchday pekan ke-27 pada 12 Maret lalu. Jeda FIFA Matchday dan Idul Fitri, membuat pertandingan matchday 28 berselang satu bulan. 

Pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster mengatakan, dirinya mempersiapkan tim kembali untuk melakoni laga lanjutan BRI Liga 1 yang mulai bergulir kembali pada 6 April lalu.

“Latihannya cukup panjang, tapi para pemain menikmatinya karena kami membuat variasi agar tetap menyenangkan,” kata Munster dalam keterangannya yang dikutip Antara di Surabaya, Senin (7/4).

Menurut dia, beberapa hari terakhir, intensitas latihan meningkat dan tim juga menggelar pertandingan internal sebelas lawan sebelas dengan fokus pada fisik dan taktik sebagai bagian dari persiapan untuk membiasakan tim kembali berkompetisi.

“Fase maraton sudah selesai, sekarang saatnya sprint,” ucapnya.

Selain itu, Munster menyebutkan kondisi para pemain dalam keadaan baik pascajeda kompetisi. Menurutnya, rasa lelah yang dialami pemain usai latihan justru menjadi indikator positif bagi pemulihan otot dan stamina.

Munster menilai seluruh pemain kini dalam kondisi segar, baik secara fisik maupun mental, dan menunjukkan semangat tinggi dalam latihan untuk merebut posisi inti.

Munster menambahkan, saat ini tim akan fokus pada pemulihan kondisi tubuh sebelum kembali menjalani latihan intensitas tinggi di awal pekan ini.

“Puncaknya adalah saat pertandingan, jadi intensitas akan kami turunkan menjelang laga,” tuturnya.

Hingga pekan ke-27 BRI Liga 1 Indonesia musim 2024/2025, Persebaya berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi 48 poin hasil dari 14 kemenangan, 6 hasil imbang dan 7 kekalahan. Tim Bajul Ijo mencetak 32 gol dan kebobolan 28 kali dengan selisih gol +4.

Sementara itu, calon lawan mereka, Persija, menempati peringkat keempat dengan 43 poin.

Macan Kemayoran mencatat 12 kemenangan, tujuh hasil imbang dan delapan kekalahan, serta membukukan 41 gol dan kebobolan 32 gol. Selisih lima poin antara kedua tim menjadikan laga ini krusial dalam perebutan posisi tiga besar.

Liga 1 sendiri tinggal menyisakan tujuh pertandingan terakhir. Inilah momen dimana setiap tim akan menghadapi laga yang akan sangat menentukan untuk konfigurasi klasemen akhir nanti.

Persebaya saat ini berada di peringkat ketiga klasemen sementara. Munster menyebut sisa tujuh laga ini adalah sprint akhir yang harus dimaksimalkan. Sprint itu akan dimulai Persebaya di kandang Persija pada Sabtu (12/4) nanti.(*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

1 hour ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

3 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

5 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

23 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.