METROTODAY, SURABAYA – Menjelang pergantian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang menandai dimulainya tahun Kuda Api, warga Surabaya menggelar ritual tradisional Larung Cisuak di perairan Selat Madura, Kamis (12/2). Ritual ini menjadi simbol pembersihan diri dari energi negatif sebelum memasuki tahun yang baru.
Prosesi dimulai dengan sembahyang bersama di tepi Pantai Kenjeran. Setelah itu, rombongan yang dipimpin oleh rohaniawan Klenteng Boen Bio Surabaya, Liem Tiong Yang, bertolak ke tengah laut menggunakan perahu.
Di sana, mereka melarungkan potongan rambut dan kuku yang telah dibungkus dengan kertas dewa berbentuk penyu, disertai taburan bunga ke laut.
Rohaniawan Klenteng Boen Bio Surabaya, Liem Tiong Yang, menjelaskan bahwa Cisuak adalah upaya spiritual untuk membuang segala hal buruk yang terjadi di tahun sebelumnya.
“Ritual Cisuak merupakan simbol membersihkan diri dari hal-hal negatif. Harapannya, saat memasuki tahun baru, umat dapat memiliki energi positif,” ujar Liem.
Liem menegaskan bahwa tradisi ini bersifat inklusif. Siapa pun diperkenankan ikut serta tanpa memandang latar belakang agama maupun etnis, karena esensinya adalah memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Mereka boleh ikut karena intinya larung cisuak ini meruwat dan membersihkan dirinya dari energi negatif. Doanya sama, minta kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ini adalah sebuah tradisi budaya yang dikemas sesuai dengan ritual agama,” tambahnya.
Hal ini dibuktikan dengan hadirnya warga dari berbagai latar belakang, termasuk Eca, seorang warga Muslim asal Surabaya berdarah Aceh. Ia mengaku sudah mengikuti rangkaian prosesi sejak di Klenteng Boen Bio beberapa hari lalu hingga puncaknya di Selat Madura.
“Mempercayai Larung karena meskipun bukan Tionghoa atau Konghucu, ini untuk kepercayaan saja. Ya berdampak, dampaknya tergantung kepercayaan diri sendiri sih,” tutur Eca.
Melalui ritual ini, para peserta berharap doa dan harapan mereka tersampaikan kepada Thian (Tuhan) agar di tahun Kuda Api mendatang, mereka senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta rezeki yang melimpah. (ahm)

