Sayyid Hasan Al-Madinah atau yang biasa dikenal dengan nama Sayyid Hasan Madinah adalah cicit dari Sunan Gunungjati atau Syarif Hidayatullah, salah satu dari Walisongo. Dikenal memiliki banyak karamah.
Siapakah Sayyid Hasan Al-Madinah itu? Menurut keterangan Qomaruddin, tokoh Desa Bohar, Kecamatan Bedangan, Sayyid Hasan Al-Madinah adalah putra Sayyid Arif Segoropuro, Pasuruan.
Desa Bohar, Kecamatan Taman, merupakan permukiman padat penduduk. Di tengah denyut kehidupan desa yang tak pernah sepi itulah bersemayam abadi seorang tokoh penyebar agama Islam bernama Sayyid Hasan Al-Madinah.
Setiap tahun, masyarakat Desa Tambaksumur selalu menggelar dua peringatan haul. Yang pertama adalah haul Mbah Zainal Abidin beserta para sesepuh desa. Yang kedua khusus untuk K.H. Mas Ubaidah.
Siapakah Sayyid Hasan Al-Madinah itu? Menurut keterangan Qomaruddin, tokoh Desa Bohar, Kecamatan Bedangan, Sayyid Hasan Al-Madinah adalah putra Sayyid Arif Segoropuro, Pasuruan.
Desa Bohar, Kecamatan Taman, merupakan permukiman padat penduduk. Di tengah denyut kehidupan desa yang tak pernah sepi itulah bersemayam abadi seorang tokoh penyebar agama Islam bernama Sayyid Hasan Al-Madinah.
Setiap tahun, masyarakat Desa Tambaksumur selalu menggelar dua peringatan haul. Yang pertama adalah haul Mbah Zainal Abidin beserta para sesepuh desa. Yang kedua khusus untuk K.H. Mas Ubaidah.
Kompleks makam bagian timur tergolong relatif baru. Dibangun pada tahun 1990-an dan difungsikan setelah Kiai Mas wafat pada tahun 2018. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama Gedung Bundar.
Letak kompleks makam bagian barat dan makam tengah hanya dipisahkan oleh jalan kampung selebar kurang lebih 8 meter. Namun, ukuran makam barat relatif lebih sempit. Sekitar 15 x 12 meter. Kondisi keduanya sangat kontras.
Kompleks makam bagian timur tergolong relatif baru. Dibangun pada tahun 1990-an dan difungsikan setelah Kiai Mas wafat pada tahun 2018. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama Gedung Bundar.
Letak kompleks makam bagian barat dan makam tengah hanya dipisahkan oleh jalan kampung selebar kurang lebih 8 meter. Namun, ukuran makam barat relatif lebih sempit. Sekitar 15 x 12 meter. Kondisi keduanya sangat kontras.
Beliau dikenal sebagai ulama kharismatik, pendakwah, sekaligus penulis kitab yang produktif. Cerita lisan maupun catatan yang tersisa menyebutkan bahwa Mbah Zainal Abidin telah menghasilkan tidak kurang dari 16 kitab,
Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon rumah joglo yang sedang dalam proses penyelesaian. Bangunan itu tampak diistimewakan.
Cukup mudah menjangkau Desa Tambaksumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Di tengah ruas Jalan Tol Waru—Juanda, terdapat exit tol bernama Tambaksumur. Sekitar 1 kilometer, perjalanan akan tiba di lokasi.
”Kelak, Tambaksumur akan jadi ramai seperti Ampel. Orang akan datang ke sini dulu sebelum ke Ampel sebab di sini ban¬yak terdapat makam wali Allah.” Kalimat dari Kiai Mas itu diyakini masyarakat Desa Tambaksumur.