Categories: Bisnis

Jelang Ramadan, Harga Sayur Mayur Naik Signifikan di Surabaya karena Pasokan Turun

METROTODAY, SURABAYA – Harga kebutuhan pokok di Surabaya mengalami kenaikan yang signifikan, khususnya sayur mayur. Dampak kenaikan ini dikarenakan hujan yang mengguyur satu-dua pekan terakhir serta mendekati bulan suci Ramadan.

Seperti di pasar tradisional Dukuh Kupang Surabaya, harga sayur-mayur seperti sawi, bayam, wortel hingga bawang putih mengalami kenaikan yang diduga akibat faktor cuaca dan berkurangnya pasokan dari petani.

Kenaikan harga mulai dirasakan merata pada jenis sayuran hijau, dengan pedagang mengeluhkan minimnya stok barang yang masuk sehingga harga jual naik kepada konsumen.

Menurut salah satu pedagang, Suwito, sayur bayam yang biasanya dijual seharga Rp 1.500 per ikat kini naik menjadi Rp 2.000. Kenaikan lebih tajam terjadi pada sayur sawi hijau, dari harga normal Rp 1.000 hingga Rp 1.500, saat ini menembus angka Rp 3.000 per ikat.

“Ya naik semua, karena kondisi cuaca yang hujan ini. Ditambah mau puasa (Ramadan) jadi kebutuhan pokok seperti sayur mayur naik,” tutur Suwito, Senin (26/1)

Selain itu, pasokan atau distribusi sayur ke pasar tradisional juga terdampak. “Faktor pasokan juga berkurang, permintaan masyarakat juga banyak,” ungkapnya.

Tak hanya sayuran hijau, harga tomat buah kini mencapai Rp 20.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 15.000. Sementara harga wortel mulai perlahan turun menjadi Rp 15.000 namun dinilai masih jauh di atas harga normal yang biasanya berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 12.000 per kilogram. Harga bawang putih juga naik menjadi Rp 40.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 35.000.

Sementara itu salah satu pembeli, Khusnul mengaku meski harga sayur mengalami kenaikan namun tetap membeli karena untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ya tetap beli, tapi dikurangi. Kalau gak pakai sayur rasanya kurang saat makan sehari-hari,” ujarnya.

Khusnul menambahkan jumlah sayur mayur di lapak-lapak pedagang juga berkurang saat harga naik, padahal banyak yang mencari.

“Biasanya banyak tapi sekarang kok berkurang (sayur mayur, Red), padahal yang cari juga banyak,” ungkapnya.

Para pedagang dan pembeli juga berharap stabilitas harga dapat segera kembali normal agar roda ekonomi pasar tetap berjalan stabil selama sebulan ke depan termasuk saat bulan ramadan. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Surabaya, Pohon dan Reklame Tumbang

Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…

40 minutes ago

Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Perkampungan dan Jalan Raya di Surabaya Terendam Banjir

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surabaya sejak Selasa (3/2) sore hingga malam…

1 hour ago

Rektor UINSA Dukung Upaya Kemenag, untuk Peningkatan Kesejahteraan Guru Madrasah

Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan perbaikan tata kelola dan peningkatan kesejahteraan guru madrasah di seluruh…

19 hours ago

Bek Timnas Brazil U-20, Jefferson Silva, Terpukau Dukungan Bonek saat Lawan Dewa United

Pemain baru Persebaya Surabaya, Jefferson Silva, mengaku terpukau dengan loyalitas Bonek dan Bonita saat Bajul…

24 hours ago

Perda Pengelolaan Barang Milik Daerah Surabaya Diubah, Aset dan Lahan Siap Dimanfaatkan untuk Masyarakat

Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (2/2).…

1 day ago

Gen Z Desak DPRD Jatim Bentuk Perda Pembatasan Plastik Sekali Pakai

Bertepatan dengan peringatan Hari Lahan Basah Internasional, Senin (2/2), Jaringan Generasi Z Jawa Timur Tolak…

1 day ago

This website uses cookies.