4 February 2026, 6:20 AM WIB

Jelang Ramadan, Harga Sayur Mayur Naik Signifikan di Surabaya karena Pasokan Turun

METROTODAY, SURABAYA – Harga kebutuhan pokok di Surabaya mengalami kenaikan yang signifikan, khususnya sayur mayur. Dampak kenaikan ini dikarenakan hujan yang mengguyur satu-dua pekan terakhir serta mendekati bulan suci Ramadan.

Seperti di pasar tradisional Dukuh Kupang Surabaya, harga sayur-mayur seperti sawi, bayam, wortel hingga bawang putih mengalami kenaikan yang diduga akibat faktor cuaca dan berkurangnya pasokan dari petani.

Kenaikan harga mulai dirasakan merata pada jenis sayuran hijau, dengan pedagang mengeluhkan minimnya stok barang yang masuk sehingga harga jual naik kepada konsumen.

Menurut salah satu pedagang, Suwito, sayur bayam yang biasanya dijual seharga Rp 1.500 per ikat kini naik menjadi Rp 2.000. Kenaikan lebih tajam terjadi pada sayur sawi hijau, dari harga normal Rp 1.000 hingga Rp 1.500, saat ini menembus angka Rp 3.000 per ikat.

“Ya naik semua, karena kondisi cuaca yang hujan ini. Ditambah mau puasa (Ramadan) jadi kebutuhan pokok seperti sayur mayur naik,” tutur Suwito, Senin (26/1)

Selain itu, pasokan atau distribusi sayur ke pasar tradisional juga terdampak. “Faktor pasokan juga berkurang, permintaan masyarakat juga banyak,” ungkapnya.

Tak hanya sayuran hijau, harga tomat buah kini mencapai Rp 20.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 15.000. Sementara harga wortel mulai perlahan turun menjadi Rp 15.000 namun dinilai masih jauh di atas harga normal yang biasanya berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 12.000 per kilogram. Harga bawang putih juga naik menjadi Rp 40.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 35.000.

Sementara itu salah satu pembeli, Khusnul mengaku meski harga sayur mengalami kenaikan namun tetap membeli karena untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ya tetap beli, tapi dikurangi. Kalau gak pakai sayur rasanya kurang saat makan sehari-hari,” ujarnya.

Khusnul menambahkan jumlah sayur mayur di lapak-lapak pedagang juga berkurang saat harga naik, padahal banyak yang mencari.

“Biasanya banyak tapi sekarang kok berkurang (sayur mayur, Red), padahal yang cari juga banyak,” ungkapnya.

Para pedagang dan pembeli juga berharap stabilitas harga dapat segera kembali normal agar roda ekonomi pasar tetap berjalan stabil selama sebulan ke depan termasuk saat bulan ramadan. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Harga kebutuhan pokok di Surabaya mengalami kenaikan yang signifikan, khususnya sayur mayur. Dampak kenaikan ini dikarenakan hujan yang mengguyur satu-dua pekan terakhir serta mendekati bulan suci Ramadan.

Seperti di pasar tradisional Dukuh Kupang Surabaya, harga sayur-mayur seperti sawi, bayam, wortel hingga bawang putih mengalami kenaikan yang diduga akibat faktor cuaca dan berkurangnya pasokan dari petani.

Kenaikan harga mulai dirasakan merata pada jenis sayuran hijau, dengan pedagang mengeluhkan minimnya stok barang yang masuk sehingga harga jual naik kepada konsumen.

Menurut salah satu pedagang, Suwito, sayur bayam yang biasanya dijual seharga Rp 1.500 per ikat kini naik menjadi Rp 2.000. Kenaikan lebih tajam terjadi pada sayur sawi hijau, dari harga normal Rp 1.000 hingga Rp 1.500, saat ini menembus angka Rp 3.000 per ikat.

“Ya naik semua, karena kondisi cuaca yang hujan ini. Ditambah mau puasa (Ramadan) jadi kebutuhan pokok seperti sayur mayur naik,” tutur Suwito, Senin (26/1)

Selain itu, pasokan atau distribusi sayur ke pasar tradisional juga terdampak. “Faktor pasokan juga berkurang, permintaan masyarakat juga banyak,” ungkapnya.

Tak hanya sayuran hijau, harga tomat buah kini mencapai Rp 20.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 15.000. Sementara harga wortel mulai perlahan turun menjadi Rp 15.000 namun dinilai masih jauh di atas harga normal yang biasanya berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 12.000 per kilogram. Harga bawang putih juga naik menjadi Rp 40.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 35.000.

Sementara itu salah satu pembeli, Khusnul mengaku meski harga sayur mengalami kenaikan namun tetap membeli karena untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ya tetap beli, tapi dikurangi. Kalau gak pakai sayur rasanya kurang saat makan sehari-hari,” ujarnya.

Khusnul menambahkan jumlah sayur mayur di lapak-lapak pedagang juga berkurang saat harga naik, padahal banyak yang mencari.

“Biasanya banyak tapi sekarang kok berkurang (sayur mayur, Red), padahal yang cari juga banyak,” ungkapnya.

Para pedagang dan pembeli juga berharap stabilitas harga dapat segera kembali normal agar roda ekonomi pasar tetap berjalan stabil selama sebulan ke depan termasuk saat bulan ramadan. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait