4 February 2026, 6:20 AM WIB

Tol Laut PELNI 2026 Beroperasi dari Surabaya, Dorong Pemerataan Harga Bapokting hingga 40 Persen

METROTODAY, SURABAYA – Program Tol Laut tahun 2026 resmi beroperasi dengan pelayaran perdana KM Logistik Nusantara 3 yang diberangkatkan dari Kade Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Sabtu (10/1).

Kapal yang mengangkut 78 TEUs barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting) ini diharapkan dapat membantu mengurangi disparitas harga di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) hingga 20-40 persen

Direktur Utama PELNI Tri Andayani mengatakan bahwa pelayaran perdana ini menandai komitmen berkelanjutan PELNI dalam program Tol Laut, yang tidak hanya fokus pada distribusi rutin tetapi juga pemerataan ketersediaan dan harga barang.

“Tidak hanya mendistribusikan barang kebutuhan pokok secara rutin, tetapi Tol Laut juga membantu mengurangi disparitas harga di wilayah 3TP hingga 20-40 persen,” ujarnya.

Muatan pada pelayaran perdana terdiri dari 74 TEUs muatan kering dan 4 TEUs muatan beku, didominasi oleh beras, minyak goreng, air mineral, serta ayam beku. Menurutnya, distribusi ini dijamin akan berjalan tepat waktu dan berkelanjutan melalui jadwal tetap dan koordinasi lintas pemangku kepentingan.

“Melalui pelayaran perdana ini, kami memastikan distribusi bapokting ke wilayah 3TP dapat berjalan tepat waktu dan berkelanjutan. Dengan jadwal tetap dan koordinasi lintas pemangku kepentingan, kami berkomitmen mendukung konektivitas dan pemerataan logistik nasional,” terangnya.

Kinerja Tol Laut PELNI tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan positif dengan total peti kemas sebanyak 13.142 TEUs atau naik 6 persen dari tahun sebelumnya. Sebanyak 9.103 TEUs merupakan muatan berangkat bapokting, sedangkan 4.039 TEUs adalah muatan balik berupa komoditas daerah seperti ikan, kopra, dan rumput laut.

“Pada tahun 2025, kami mencatat muatan berangkat 9.103 TEUs didominasi bapokting dan muatan balik 4.039 TEUs berupa komoditas daerah seperti ikan, kopra dan rumput laut. Untuk 2026, kami menargetkan volume muatan minimal setara, bahkan lebih tinggi dari capaian tersebut,” terangnya.

Pada tahun 2026, KM Logistik Nusantara 3 akan melayani Trayek T-9 dengan rute Tanjung Perak – Wanci – Namrole – Tanjung Perak, menggantikan Trayek T-6 sebelumnya untuk mengoptimalkan jangkauan layanan. PELNI juga kembali dipercaya untuk mengelola 8 trayek, atau hampir 20 persen dari total trayek Tol Laut nasional.

“Kami juga mengajak pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan muatan balik melalui optimalisasi potensi komoditas unggulan daerah agar distribusi logistik dapat berjalan lebih seimbang dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Cabang PELNI Surabaya Roni Abdullah menyampaikan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak berperan strategis sebagai hub logistik, dengan kontribusi 43 persen dari total muatan berangkat Tol Laut tahun 2025 atau sebanyak 5.697 TEUs. Pada tahun 2026, PELNI akan mengoperasikan empat trayek dari Surabaya untuk wilayah 3TP.

“Sepanjang tahun 2025, total muatan Tol Laut yang diberangkatkan dari Surabaya mencapai 5.697 TEUs. Jumlah tersebut berkontribusi sebesar 43 persen dari total produksi muatan berangkat di 2025. Capaian ini menjadi peran Surabaya sebagai hub logistik nasional serta komitmen PELNI dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan bapokting bagi wilayah 3TP,” tuturnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Program Tol Laut tahun 2026 resmi beroperasi dengan pelayaran perdana KM Logistik Nusantara 3 yang diberangkatkan dari Kade Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Sabtu (10/1).

Kapal yang mengangkut 78 TEUs barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting) ini diharapkan dapat membantu mengurangi disparitas harga di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) hingga 20-40 persen

Direktur Utama PELNI Tri Andayani mengatakan bahwa pelayaran perdana ini menandai komitmen berkelanjutan PELNI dalam program Tol Laut, yang tidak hanya fokus pada distribusi rutin tetapi juga pemerataan ketersediaan dan harga barang.

“Tidak hanya mendistribusikan barang kebutuhan pokok secara rutin, tetapi Tol Laut juga membantu mengurangi disparitas harga di wilayah 3TP hingga 20-40 persen,” ujarnya.

Muatan pada pelayaran perdana terdiri dari 74 TEUs muatan kering dan 4 TEUs muatan beku, didominasi oleh beras, minyak goreng, air mineral, serta ayam beku. Menurutnya, distribusi ini dijamin akan berjalan tepat waktu dan berkelanjutan melalui jadwal tetap dan koordinasi lintas pemangku kepentingan.

“Melalui pelayaran perdana ini, kami memastikan distribusi bapokting ke wilayah 3TP dapat berjalan tepat waktu dan berkelanjutan. Dengan jadwal tetap dan koordinasi lintas pemangku kepentingan, kami berkomitmen mendukung konektivitas dan pemerataan logistik nasional,” terangnya.

Kinerja Tol Laut PELNI tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan positif dengan total peti kemas sebanyak 13.142 TEUs atau naik 6 persen dari tahun sebelumnya. Sebanyak 9.103 TEUs merupakan muatan berangkat bapokting, sedangkan 4.039 TEUs adalah muatan balik berupa komoditas daerah seperti ikan, kopra, dan rumput laut.

“Pada tahun 2025, kami mencatat muatan berangkat 9.103 TEUs didominasi bapokting dan muatan balik 4.039 TEUs berupa komoditas daerah seperti ikan, kopra dan rumput laut. Untuk 2026, kami menargetkan volume muatan minimal setara, bahkan lebih tinggi dari capaian tersebut,” terangnya.

Pada tahun 2026, KM Logistik Nusantara 3 akan melayani Trayek T-9 dengan rute Tanjung Perak – Wanci – Namrole – Tanjung Perak, menggantikan Trayek T-6 sebelumnya untuk mengoptimalkan jangkauan layanan. PELNI juga kembali dipercaya untuk mengelola 8 trayek, atau hampir 20 persen dari total trayek Tol Laut nasional.

“Kami juga mengajak pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan muatan balik melalui optimalisasi potensi komoditas unggulan daerah agar distribusi logistik dapat berjalan lebih seimbang dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Cabang PELNI Surabaya Roni Abdullah menyampaikan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak berperan strategis sebagai hub logistik, dengan kontribusi 43 persen dari total muatan berangkat Tol Laut tahun 2025 atau sebanyak 5.697 TEUs. Pada tahun 2026, PELNI akan mengoperasikan empat trayek dari Surabaya untuk wilayah 3TP.

“Sepanjang tahun 2025, total muatan Tol Laut yang diberangkatkan dari Surabaya mencapai 5.697 TEUs. Jumlah tersebut berkontribusi sebesar 43 persen dari total produksi muatan berangkat di 2025. Capaian ini menjadi peran Surabaya sebagai hub logistik nasional serta komitmen PELNI dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan bapokting bagi wilayah 3TP,” tuturnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait