Rony Candra (tengah) memotong pita didampingi istri, Jenny; Regional General Manager Veranika (kanan); dan investor lainnya, Yohanes dan Hendra (kiri). (MT)
METROTODAY, SIDOARJO – Sidoarjo memiliki magnet yang kuat bagi para investor untuk mengembangkan bisnisnya. Jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil menjadikan Kota Delta memiliki pasar yang potensial. Tidak terkecuali di bidang kuliner.
Yang paling anyar, restoran ayam goreng J.Chicken melirik potensi market Sidoarjo dengan membuka gerai di Pondok Jati, sebuah kawasan perumahan di pusat kota. Pemilihan lokasi yang strategis membuat J.Chicken akan lebih dekat dengan konsumen.
”Potensi pasar di Sidoarjo ini sangat-sangat besar,” ujar Rony Candra, owner sekaligus investor J.Chicken Pondok Jati Sidoarjo saat grand opening pada Sabtu (9/8/2025).
Rony mengaku telah bertemu dengan Bupati Sidoarjo Subandi perihal ekspansi bisnis kuliner tersebut di Sidoarjo. Bupati Subandi menyambut baik karena akan mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja.
”Tenaga kerja di sini 99 persen dari Sidoarjo. total ada 30 orang. Kami beri pelatihan selama 1 bulan,” papar Rony.
Rony yang sebelumnya dikenal sebagai pengusaha di bidang teknologi mengaku tertarik dengan bisnis kuliner (food & beverage). Dia melihat ada potensi yang besar. Apalagi, J.Chicken sebagai brand global telah memiliki hampir 6 ribu outlet di dunia.
Saat ini J.Chicken telah memiliki 50 outlet di Indonesia dan hadir dengan konsep harga murah, rasa enak, dan pelayanan yang prima.
”Konsep ini yang menurut saya bagus sehingga saya mau coba pasar di Sidoarjo. Nanti juga ada di Malang dan beberapa lainnya di Jawa Timur,” kata Rony perihal rencana ekspansi bisnisnya. Ditargetkan, jumlah outlet J.Chicken di Indonesia bisa terus berkembang mencapai 100 gerai.
Selain menu ayam, J.Chicken hadir juga dengan menu-menu lain seperti pizza, steak, dan spaghetti. ”Semuanya unggulan,” tegas Rony.
Dia menambahkan, targetnya adalah semua orang bisa menikmati makanan yang sehat dan enak. Harganya pun terbilang ramah di kantong. Di J.Chicken, Rony mencontohkan, ada ayam dengan harga tidak sampai Rp 10 ribu dan satu ekor ayam utuh saat promo hanya Rp 49 ribu.
Untuk bahan baku, Rony menegaskan bahwa yang digunakan seluruhnya dari lokal. Tidak ada yang impor. Misalnya, ayam dari peternak-peternak di Jombang. ”Bahan baku lainnya juga ada dari pabrikan di Sidoarjo,” jelasnya.
Ekspansi J.Chicken di Sidoarjo tidak berhenti dengan pembukaan gerai di Pondok Jati. Menurut Rony, ke depan bakal ada pembukaan 3 outlet baru serta 5 outlet mini. ”Saya konsen bagaimana di Sidoarjo ini bisa menjangkau semuanya,” tandasnya. (fid)
Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…
Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…
Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…
Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…
Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…
Sebuah mobil Toyota Innova Zenix mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak tiang lampu penerangan jalan dan…
This website uses cookies.