Categories: Bisnis

Penolakan China atas Kiriman Boeing ke Maskapainya Bikin Rupiah Lesu

METROTODAY, JAKARTA – Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai pelemahan nilai tukar atau kurs rupiah dipengaruhi oleh penolakan China atas pengiriman pesawat Boeing dari Amerika Serikat (AS) kepada maskapainya.

“China telah memerintahkan maskapai penerbangannya untuk tidak menerima pengiriman jet Boeing lebih lanjut, sebagai tanggapan atas keputusan AS untuk mengenakan tarif 145 persen pada barang-barang impor dari China,” kata Ibrahim Assuaibi dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (16/4).

Ia mengatakan, investor disebut sedang berjuang menemukan katalis untuk mendorong pemulihan lebih berarti mengingat pertumbuhan ekonomi global secara luas diperkirakan melambat seiring kebijakan tarif AS terhadap berbagai negara, terutama China yang diberlakukan tarif sebesar 145 persen dalam berbagai sektor.

Trump yang telah menaikkan tarif pada barang-barang China ke tingkat sangat tinggi, kata Ibrahim, mendorong China mengenakan bea balasan atas impor AS dalam perang dagang yang semakin intensif antara dua ekonomi terbesar dunia. Situasi ini dikhawatirkan pasar akan menyebabkan resesi global.

Melihat sentimen dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2025 diprediksi melambat menjadi kisaran 4,9-5 persen. Proyeksi ini melambat dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat 2024 yang mencapai 5,02 persen.

Tantangan reformasi struktural dan efektivitas belanja pemerintah, perlunya peningkatan produktivitas sektor riil, efektivitas kebijakan fiskal dan moneter, dan urgensi penguatan fundamental ekonomi domestik dianggap menjadi penghambat laju perekonomian.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini di Jakarta melemah sebesar 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp16.837 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.827 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah ke level Rp16.845 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.815 per dolar AS. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

1 hour ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

4 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

5 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

24 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.