Categories: Bisnis

Permintaan Daging Ayam Naik Selama Puasa dan Jelang Lebaran, Mendag Pastikan Harga Stabil

METROTODAY, Jakarta – Lonjakan permintaan daging ayam ras menjelang Lebaran berupaya diantisipasi. Pemerintah mendorong pelaku usaha perunggasan dapat menjaga dan memastikan stabilitas harga daging ayam ras, baik di tingkat konsumen maupun di tingkat produsen. Termasuk tidak melebihi harga acuan (HA).

Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso saat rapat koordinasi (Rakor) harga dan pasokan daging ayam di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta (4/3). Rakor yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan itu membahas kondisi harga dan pasokan daging ayam ras selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) puasa dan Lebaran 2025. Rapat juga membahas sinergi antarpemangku kepentingan guna menjaga stabilitas harga dan pasokan daging ayam ras.

Mendag Budi Santoso menyatakan, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha perlu dijaga, baik melalui pelaksanaan operasi pasar (OP) daging ayam, penyerapan dan penyaluran daging ayam ras, maupun kegiatan stabilisasi lainnya khususnya pada momen HBKN puasa dan Lebaran. Secara historis, pada periode puasa dan Lebaran, permintaan daging ayam ras selalu naik. “Kemendag mendukung pelaksanaan OP daging ayam sebagai upaya stabilisasi harga di tingkat peternak dan konsumen,” katanya melalui keterangan tertulis Kemendag.

Kemendag juga mendorong upaya penyerapan dan penyaluran produksi ayam untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan. ”Salah satunya melalui fasilitasi kerja sama antara peternak dan pelaku usaha perunggasan,” imbuh Budi.

Harga rata-rata daging ayam ras di tingkat konsumen nasional per Maret 2025 adalah sekitar Rp 39.100/kg atau naik 1,56 persen dibanding bulan sebelumnya. Harga tersebut masih berada di bawah HA daging ayam ras sebesar Rp 40.000/kg.

Secara bulanan, sebanyak 21 daerah di Indonesia mulai menunjukkan kenaikan harga. Kenaikan tertinggi terjadi di Gorontalo. Sedangkan secara mingguan, harga di 26 daerah mulai naik dengan kenaikan tertinggi terjadi di Jakarta. Sementara itu, harga ayam hidup di tingkat peternak tercatat sebesar Rp 21.000/kg atau sekitar 16 persen di bawah HA, yakni Rp 25.000/kg.

Di sisi lain, berdasarkan data neraca pangan Bapanas per Maret 2025, stok daging ayam ras nasional tercatat sekitar 507 ribu ton. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk sekitar 1,5 bulan ke depan. (*)

Naufal

Recent Posts

Taxmon Perkuat Pengawasan Pajak Daerah, Pemkab Sidoarjo Targetkan 454 Titik Terpasang Akhir Juli 2026

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat digitalisasi pengelolaan pajak daerah melalui pemasangan Tax Monitoring System (Taxmon)…

9 hours ago

Socceroos Kena Tilang di Seattle, Amerika Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan…

20 hours ago

Cinta Rashford pada Barcelona Bertepuk Sebelah Tangan meski Sudah Rela Turun Harga

Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa.…

20 hours ago

Cak Klepon Pabean Cantian Jemput Bola Urus Akta Kelahiran dan Kematian Warga Surabaya

Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan bernama Cak Klepon atau Cetak Akte Kelahiran…

20 hours ago

Gaji ke-13 dan TPP ASN/PPPK Surabaya Dipastikan Cair, TPP Naik Menjadi 100 Persen

Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…

21 hours ago

Liverpool Bertaruh dengan Iraola, Van Dijk Akui Terkejut Slot Didepak

Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…

22 hours ago

This website uses cookies.