31 August 2025, 8:25 AM WIB

Aksi Lanjutan di Surabaya, Mahasiswa Geruduk Mapolda Jatim, Rektor Unesa Ingatkan Tidak Anarkis

METROTODAY, SURABAYA – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia (SI) Jatim menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Jatim, Sabtu (30/8).

Aksi ini merupakan bentuk solidaritas dan tuntutan keadilan atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas kendaraan rantis Brimob pada Kamis (28/8) malam di Jakarta.

Menanggapi aksi tersebut, Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Nurhasan, mengimbau kepada seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa Unesa yang turut serta dalam aksi, untuk tetap menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi secara positif.

“Saya harap mahasiswa tidak anarkis, tetap menyampaikan hal-hal yang kondusif dan baik untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.

Prof. Nurhasan juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. “Tidak boleh chaos, tidak boleh bertengkar satu sama lain sesama warga negara Indonesia,” tegasnya.


Sementara itu, Presiden BEM Unesa, La Rayba Fie, menyampaikan tuntutan agar tindakan represif dari aparat kepolisian tidak terulang kembali.

“Aksi ini diniatkan untuk menyuarakan hal yang tidak benar dan tidak adil. Tidak ada niatan untuk merusak fasilitas umum termasuk mengganggu lalu lintas,” jelasnya.

La Rayba Fie juga berharap agar pihak kepolisian dapat memandang mahasiswa sebagai mitra, bukan sebagai lawan.

“Kami sama-sama rakyat yang ingin menyuarakan tentang kejanggalan yang ada di hati dan pikiran. Aparat seharusnya menjaga dan mengayomi, bukan menindas dan melindas,” tegas Arfi sapaan akrabnya.

Dalam aksi tersebut, La Rayba Fie menegaskan bahwa sekitar 1.200 mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya turut berpartisipasi.

Aksi solidaritas ini merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya pada Jumat (29/8), yang berakhir ricuh. Beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan, termasuk hotel yang menjadi sasaran amuk massa.

Selain itu, massa aksi juga merusak pot-pot di pinggir jalan dan membakar setidaknya 10 pos polisi. Tindakan anarkis tersebut berlangsung hingga Sabtu dini hari. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia (SI) Jatim menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Jatim, Sabtu (30/8).

Aksi ini merupakan bentuk solidaritas dan tuntutan keadilan atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas kendaraan rantis Brimob pada Kamis (28/8) malam di Jakarta.

Menanggapi aksi tersebut, Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Nurhasan, mengimbau kepada seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa Unesa yang turut serta dalam aksi, untuk tetap menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi secara positif.

“Saya harap mahasiswa tidak anarkis, tetap menyampaikan hal-hal yang kondusif dan baik untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.

Prof. Nurhasan juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. “Tidak boleh chaos, tidak boleh bertengkar satu sama lain sesama warga negara Indonesia,” tegasnya.


Sementara itu, Presiden BEM Unesa, La Rayba Fie, menyampaikan tuntutan agar tindakan represif dari aparat kepolisian tidak terulang kembali.

“Aksi ini diniatkan untuk menyuarakan hal yang tidak benar dan tidak adil. Tidak ada niatan untuk merusak fasilitas umum termasuk mengganggu lalu lintas,” jelasnya.

La Rayba Fie juga berharap agar pihak kepolisian dapat memandang mahasiswa sebagai mitra, bukan sebagai lawan.

“Kami sama-sama rakyat yang ingin menyuarakan tentang kejanggalan yang ada di hati dan pikiran. Aparat seharusnya menjaga dan mengayomi, bukan menindas dan melindas,” tegas Arfi sapaan akrabnya.

Dalam aksi tersebut, La Rayba Fie menegaskan bahwa sekitar 1.200 mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya turut berpartisipasi.

Aksi solidaritas ini merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya pada Jumat (29/8), yang berakhir ricuh. Beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan, termasuk hotel yang menjadi sasaran amuk massa.

Selain itu, massa aksi juga merusak pot-pot di pinggir jalan dan membakar setidaknya 10 pos polisi. Tindakan anarkis tersebut berlangsung hingga Sabtu dini hari. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait

/