METROTODAY, MOJOKERTO – Gunung Penanggungan di Jawa Timur akan segera memiliki jalur pendakian baru yang dibuka untuk umum pada 30 Agustus 2025.
Jalur ini melalui Sumber Lumpang, Trawas, Kabupaten Mojokerto, menawarkan tantangan tersendiri dengan keindahan yang lebih menarik, termasuk city view dari camp area di Puncak Asoy, air terjun, dan tempat perkemahan.
Pembukaan jalur ini diinisiasi oleh warga Bantal, Desa Duyung, Trawas, bersama organisasi pecinta alam Generasi Olahraga Gunung dan Orientasi Rimba (Gogor Sejati).
Untuk mencapai puncak Asoy yang merupakan batas vegetasi sebelum menuju puncak Penanggungan, pendaki harus menempuh waktu sekitar 7 jam dari pos pendakian via Sumber Lumpang dengan ketinggian 1350 MDPL.
Namun, daya tarik utama dari jalur ini adalah keberadaan air terjun di area kawasan pintu masuk pos pendakian.

Ketua Umum Gogor Sejati, Andri Setiawan, mengatakan bahwa di dekat air terjun tersebut terdapat camp ground air terjun Sumber Lumpang yang cocok untuk wisata keluarga dan outbound.
“Di tempat tersebut bisa untuk berkemah sembari menikmati pemandangan air terjun setinggi 15 meter di sekitarnya ada persawahan. Sehingga cocok untuk wisata keluarga,” kata Andri, Jumat (29/8).
Andri menambahkan, camp ground tersebut dapat menampung hingga 50 tenda. Ia berharap dengan hadirnya jalur pendakian baru ini, tempat tersebut bisa ramai pengunjung dan meningkatkan ekonomi warga Dusun Bantal.
“Dengan hadirnya jalur pendakian baru maupun area camping ground warga dapat membuat suvenir hingga berjualan makanan,” harapannya.
Air terjun Sumber Lumpang bukan hanya sekadar pemandangan indah, tetapi juga sumber kehidupan bagi warga sekitar. Airnya menjadi sumber mata air yang mengaliri persawahan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Daya tarik lain dari pendakian via Sumber Lumpang adalah keberadaan satwa liar seperti babi hutan, kera, dan berbagai jenis burung. “Medannya (jalur, Red) benar-benar ngetrek (menanjak) banyak tantangannya,” kata Andri.
Andri juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dan bersinergi dengan pihak Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo untuk memastikan keamanan dan kelestarian jalur pendakian via Sumber Lumpang.
Pembukaan jalur baru Gunung Penanggungan via Sumber Lumpang akan dilakukan dengan pendakian bersama secara gratis pada 30-31 Agustus.
Andri juga memastikan seluruh proses pendakian via Sumber Lumpang akan menggunakan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) pasca pendakian massal.
“Tentu kami mengikuti standar operasional prosedur (SOP) pendakian dengan mewajibkan para pendaki untuk melakukan pengisian SIMAKSI sebelum pendakian di situ juga bersamaan dengan surat keterangan yang menyatakan sehat pendaki,” ujarnya.
Gunung Penanggungan memiliki jalur pendakian umum dengan berbagai karakteristik, tingkat kesulitan, dan keindahan alam, seperti jalur via Tamiajeng, Jolutundo, Kedunggudi, Wonosunyo, Konjorowesi, Telogo, hingga Ngoro.
Gunung Penanggungan merupakan gunung berapi yang tidak aktif dengan ketinggian 1653 MDPL, terletak di antara Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto.
Gunung tersebut lebih akrab disebut miniatur Semeru karena bentuk puncak yang kerucut dan berpasir.
Selain itu, Gunung Penanggungan juga pernah menjadi pusat kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Timur abad 11 hingga 15. (ahm)