Luka Bakar di Wajah, Kepala hingga Tangan, Korban Ledakan di San Antonio Surabaya Masih Sadar

METROTODAY, SURABAYA – Lima orang korban ledakan tabung gas Elpiji 50 kilogram di kawasan San Antonio, Kalisari, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10) pagi, dilarikan ke RSUD Haji Surabaya.

Sebagian besar mengalami luka bakar di area wajah, kepala, leher, dan tangan dengan persentase antara 13 hingga 18 persen.

Tiga di antaranya harus dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, salah satunya langsung dialihkan karena keterbatasan fasilitas.

Kepala Sub Substansi Hukum dan Humas RSUD Haji Jawa Timur, Masrur, menjelaskan dua pasien terdiri satu laki-laki dan satu perempuan kini berada di Unit Perawatan Intensif (ICU) untuk pemantauan dan perawatan lanjutan.

Dua korban ledakan tabung gas 50 kilogram saat ini masih mendapatkan penanganan medis di ICU RSUD Haji Surabaya tempat perawatan korban. (Foto: Ahmad/METROTODAY)

“Ada indikasi trauma inhalasi. Dua pasien, satu laki-laki dan satu perempuan, masuk ICU untuk perawatan selanjutnya. Akan dilakukan pembersihan luka atau debridement di kamar operasi. Satu sudah masuk kamar operasi, satu lainnya masih menunggu di ICU,” ujar Masrur saat ditemui, Selasa (6/10).

Luka bakar yang dialami berada di area-area vital, sehingga penanganan harus dilakukan secara intensif.

“Area luka bakarnya hampir sama: wajah, kepala, rambut juga kena, leher, dan tangan. Antara 13 sampai 18 persen. Karena ini menyangkut area vital kepala dan wajah, sudah termasuk kategori berat,” jelasnya.

Satu korban sempat dibawa ke RSUD Haji namun langsung dialihkan ke RSUD Dr. Soetomo. Hal itu dikarenakan kapasitas fasilitas yang sudah penuh.

“Tempat kami sudah penuh, baik untuk pasien luka bakar maupun pasien lainnya. IGD kami sangat terbatas. Karena kondisi pasien terlihat cukup berat, langsung diarahkan ke Dr. Soetomo agar cepat mendapat pertolongan,” terangnya.

Dua pasien lainnya yang dirawat di RSUD Haji masih dalam proses pembersihan luka. Mereka tetap dirawat di ICU sebelum dan sesudah tindakan medis.

Meski demikian, seluruh korban diketahui dalam kondisi sadar dan dapat berkomunikasi.

“Insya Allah bisa sembuh. Semua pasien dalam kondisi sadar, bisa diajak bicara,” tegas Masrur.

Hingga saat ini belum ada tambahan korban yang masuk ke RSUD Haji. Pihak rumah sakit berharap tidak ada lagi korban baru. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Lima orang korban ledakan tabung gas Elpiji 50 kilogram di kawasan San Antonio, Kalisari, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10) pagi, dilarikan ke RSUD Haji Surabaya.

Sebagian besar mengalami luka bakar di area wajah, kepala, leher, dan tangan dengan persentase antara 13 hingga 18 persen.

Tiga di antaranya harus dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, salah satunya langsung dialihkan karena keterbatasan fasilitas.

Kepala Sub Substansi Hukum dan Humas RSUD Haji Jawa Timur, Masrur, menjelaskan dua pasien terdiri satu laki-laki dan satu perempuan kini berada di Unit Perawatan Intensif (ICU) untuk pemantauan dan perawatan lanjutan.

Dua korban ledakan tabung gas 50 kilogram saat ini masih mendapatkan penanganan medis di ICU RSUD Haji Surabaya tempat perawatan korban. (Foto: Ahmad/METROTODAY)

“Ada indikasi trauma inhalasi. Dua pasien, satu laki-laki dan satu perempuan, masuk ICU untuk perawatan selanjutnya. Akan dilakukan pembersihan luka atau debridement di kamar operasi. Satu sudah masuk kamar operasi, satu lainnya masih menunggu di ICU,” ujar Masrur saat ditemui, Selasa (6/10).

Luka bakar yang dialami berada di area-area vital, sehingga penanganan harus dilakukan secara intensif.

“Area luka bakarnya hampir sama: wajah, kepala, rambut juga kena, leher, dan tangan. Antara 13 sampai 18 persen. Karena ini menyangkut area vital kepala dan wajah, sudah termasuk kategori berat,” jelasnya.

Satu korban sempat dibawa ke RSUD Haji namun langsung dialihkan ke RSUD Dr. Soetomo. Hal itu dikarenakan kapasitas fasilitas yang sudah penuh.

“Tempat kami sudah penuh, baik untuk pasien luka bakar maupun pasien lainnya. IGD kami sangat terbatas. Karena kondisi pasien terlihat cukup berat, langsung diarahkan ke Dr. Soetomo agar cepat mendapat pertolongan,” terangnya.

Dua pasien lainnya yang dirawat di RSUD Haji masih dalam proses pembersihan luka. Mereka tetap dirawat di ICU sebelum dan sesudah tindakan medis.

Meski demikian, seluruh korban diketahui dalam kondisi sadar dan dapat berkomunikasi.

“Insya Allah bisa sembuh. Semua pasien dalam kondisi sadar, bisa diajak bicara,” tegas Masrur.

Hingga saat ini belum ada tambahan korban yang masuk ke RSUD Haji. Pihak rumah sakit berharap tidak ada lagi korban baru. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait