METROTODAY, SURABAYA — Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Dekananto Eko Purwono siap dilantik menjadi Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim). Perwira tinggi yang baru menyandang pangkat bintang dua pada September 2026 ini dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang intelijen dan keamanan.
Dekananto merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994 rekan satu angkatan Kapolri saat ini, Jenderal Suyudi Ario Seto, yang baru saja dilantik menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah menjabat sebagai Kapolri selama lima tahun delapan bulan.
Perjalanan karier Irjen Pol Dekananto di Polda Jatim telah dimulai sejak lama. Pada 2022–2024, ia menjabat Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Jatim sebelum kemudian ditugaskan ke Polda Metro Jaya pada posisi yang sama.
Pada 2025, ia dipercaya menjadi Direktur Politik Baintelkam Polri, lalu pada 5 Agustus 2025 diangkat menjadi Wakapolda Metro Jaya.
Tak hanya itu, ia juga menjadi Kapolres Tabanan Polda Bali pada 2012 serta Kasubdit Kehidupan Bernegara Dit Sosbud Baintelkam Polri tahun 2018.
Selama bertugas di ibu kota, Dekananto menerima penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Prabowo Subianto atas kontribusinya mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat bertugas di Polda Jatim, Dekananto dikenal dengan berbagai langkah strategisnya. Menjelang Piala Dunia U-17 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), ia bergerak membangun jembatan komunikasi dan perdamaian antarkelompok suporter sepak bola demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menjelang Pemilu 2024, ia melibatkan kalangan mahasiswa untuk meningkatkan literasi digital, menjaga ruang informasi tetap kondusif, serta mencegah penyebaran narasi yang berpotensi memecah belah.
Salah satu kebijakan yang paling diingat adalah penertiban ratusan tugu perguruan pencak silat yang melanggar aturan.
Sebanyak 686 tugu yang teridentifikasi bermasalah dibongkar atau dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila. Langkah ini diambil untuk mengurangi potensi gesekan antarkelompok sekaligus menanamkan simbol persatuan di tengah masyarakat.
Dengan pengalaman luas di bidang intelijen serta kemampuan menjalin komunikasi dengan beragam elemen masyarakat, Dekananto kini kembali ke Jawa Timur.
Kali ini ia memegang tampuk pimpinan tertinggi Polda Jatim menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto yang akan berpindah menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama TK I Sespim Lemdiklat Polri. (ahm)


