METROTODAY, SURABAYA – Jelang penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dimana kloter awal dijadwalkan masuk embarkasi pada 21 April mendatang, berbagai persiapan terus dimatangkan termasuk dari sisi kesehatan lingkungan.
Untuk itu, tim dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya melakukan pemeriksaan sanitasi di lingkungan Asrama Haji Surabaya, Rabu (8/4).
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh di sejumlah titik fasilitas, mulai dari kondisi gedung, sarana sanitasi, hingga sistem pengelolaan lingkungan.
Langkah ini menjadi bagian penting mengingat ribuan jemaah akan menggunakan fasilitas tersebut sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan BBKK Surabaya, Yuyung Setiyowati, menjelaskan bahwa tujuan utama pemeriksaan ini adalah memastikan lingkungan asrama memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan.
“Pemeriksaan sanitasi asrama haji ini dalam rangka memastikan bahwa lingkungan asrama sehat dan memenuhi syarat kesehatan, sehingga dapat mendukung pelaksanaan operasional haji,” ujar Yuyung.
Tim memfokuskan pemeriksaan pada empat aspek utama, yakni kondisi sanitasi gedung dan bangunan, penyediaan air bersih, pengelolaan sampah dan limbah, serta pengendalian vektor dan binatang penular penyakit.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sebagian besar fasilitas dinilai telah tersedia dan memenuhi persyaratan. Meski demikian, petugas tetap memberikan sejumlah rekomendasi perbaikan kecil, seperti penyediaan tempat sampah yang dilengkapi penutup agar pengelolaan limbah lebih optimal.
Selain itu, tim juga mengambil sampel air bersih untuk dilakukan pengujian lebih lanjut di laboratorium guna memastikan kualitas air tetap aman digunakan.
“Kalau kita lihat secara fisik dan kimia sederhana, masih memenuhi syarat air bersih. Tetapi nanti kita juga melakukan pengujian di laboratorium. Hasilnya kemungkinan akan diketahui dalam waktu sekitar satu minggu,” jelasnya.
Sementara itu, pihak Asrama Haji Surabaya menyambut baik pemeriksaan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan fasilitas sesuai rekomendasi.
Kasubbag Umum Asrama Haji Surabaya, Abdullah Mawardi, mengatakan sejumlah perbaikan telah dilakukan, terutama pada fasilitas yang sebelumnya dinilai kurang layak.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari BBKK, sehingga kami mengetahui kekurangan apa saja yang harus diperbaiki. Sejumlah fasilitas yang sebelumnya kurang layak sudah mulai kami benahi, seperti perbaikan kamar dan kebocoran di area Bir Ali,” kata Mawardi.
Ia menambahkan, perbaikan fasilitas masih terus dilakukan secara bertahap agar seluruh sarana benar-benar siap digunakan saat masa operasional haji dimulai nanti. (ahm)


